Barcelona (Tutur.co.id) – Secara mengejutkan, Barcelona harus mengakui keunggulan Girona dengan skor 2-0 pada lanjutan Liga Spanyol 2025/2026 di Stadion Montivili, Girona, Selasa (17/2/2026) pukul 03.00 WIB. Hasil negatif ini membuat Barcelona harus turun dari puncak klasemen.
Pada pertandingan itu, Blaugrana unggul terlebih dahulu melalui sundulan dari Pau Cubarsi sebelum Girona melesakkan gol lewat Thomas Lemar dan Frank Beltran. Pelatih Barcelona Hansi Flick mengakui pertahanan timnya buruk ketika kalah 1-2 dari Girona.
“Kami bertahan dengan sangat buruk, terutama saat transisi. Kami tidak berada dalam posisi yang baik dan kesulitan menahan serangan Girona,” ujar pelatih asal Jerman tersebut seperti dikutip dari laman resmi Barcelona.
Berdasarkan catatan La Liga, Barca membiarkan Girona melepaskan sembilan kali tembakan tepat sasaran (dari sembilan kali percobaan) yang berbuah dua gol. Padahal, Barca memiliki penguasaan bola hingga 70,6 persen. Mereka juga membuat 27 kali percobaan tembakan tetapi cuma empat yang mengarah pas ke gawang.
“Kami bermain jelek. Sekarang kami harus berjuang untuk memperbaiki keadaan. Dalam beberapa pekan ke depan kami akan kembali dengan mentalitas berbeda dan level yang lebih tinggi,” tutur Flick.
Hansi Flick menyebut seharusnya pertandingan itu menjadi titik balik bagi Barcelona pascakekalahan telak 0-4 dari Atletico Madrid pada laga leg pertama semifinal Copa del Rey. Namun, hasil berkata lain. Barcelona harus kalah dari tim satu kota.
Pada pertandingan tersebut, saat proses terciptanya gol kedua Girona, terdapat kontroversi yakni sebelum terjadinya gol kaki dari Jules Kounde terlihat diinjak pemain lawan walau pada akhirnya VAR tetap mengesahkan gol tersebut.
Hasil tersebut membuat Lamine Yamal dan kawan-kawan gagal merebut puncak klasemen sementara Liga Spanyol dari Real Madrid. Kini mereka tertinggal dua poin dari Madrid. Sementara Girona berada di posisi 12 klasemen dengan menorehkan 29 poin dari 24 pertandingan.

