Manchester (Tutur.co.id) – Pep Guardiola resmi mengakhiri kebersamaannya dengan Manchester City setelah 10 tahun penuh prestasi bersama klub asal Manchester tersebut. Keputusan itu menandai berakhirnya salah satu era paling sukses dalam sejarah sepak bola Inggris modern.
Laga melawan Aston Villa pada pekan terakhir Premier League 2025/2026 menjadi pertandingan terakhir Guardiola bersama The Citizens di Stadion Etihad. Suasana emosional menyelimuti perpisahan pelatih asal Spanyol itu yang selama satu dekade terakhir identik dengan dominasi Manchester City di berbagai kompetisi.
Guardiola mengatakan keputusan meninggalkan Manchester City dilatarbelakangi keinginannya untuk beristirahat setelah menjalani tekanan tinggi sebagai pelatih selama hampir dua dekade.
“Saya butuh istirahat. Anak-anak saya sudah besar dan saya ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga,” kata Guardiola.
Pelatih berusia 55 tahun itu mengaku energi dan intensitas yang dibutuhkan untuk terus melatih di level tertinggi mulai berkurang. Karena itu, ia merasa saat ini menjadi waktu yang tepat untuk berhenti sejenak dari dunia kepelatihan.
“Tidak ada yang abadi. Saya merasa inilah saat yang tepat untuk pergi,” ujar Guardiola.
Sejak datang ke Manchester City pada 2016, Guardiola berhasil mengubah klub tersebut menjadi salah satu kekuatan dominan di sepak bola Eropa. Di bawah kepemimpinannya, City meraih 20 trofi, termasuk enam gelar Premier League, beberapa trofi domestik, hingga Liga Champions pertama dalam sejarah klub.
Selain prestasi, Guardiola juga dikenal membawa perubahan besar terhadap gaya bermain Manchester City. Filosofi sepak bola menyerang dan penguasaan bola yang diterapkannya membuat City menjadi salah satu tim paling konsisten di Eropa dalam satu dekade terakhir.
Manchester City sebelumnya juga telah menyiapkan penghormatan khusus bagi Guardiola dengan menamai tribun baru Stadion Etihad sebagai “The Pep Guardiola Stand” serta membangun patung dirinya di area stadion. Langkah tersebut menjadi simbol besarnya pengaruh Guardiola terhadap sejarah klub.
Meski meninggalkan kursi pelatih, Guardiola dipastikan tetap memiliki hubungan dengan City Football Group sebagai duta global klub. Namun, ia menegaskan belum memiliki rencana untuk kembali melatih dalam waktu dekat.
“Saya akan berhenti untuk sementara waktu. Setelah itu, kita lihat apa yang akan terjadi,” kata Guardiola.

