Jakarta (tutur.co.id) — PT Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya mencatatkan sejarah baru dengan membukukan laba bersih untuk pertama kalinya sejak berdiri. Pada kuartal I-2026, GOTO meraih laba bersih sebesar Rp171 miliar, berbalik dari kerugian Rp367 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja positif ini ditopang pertumbuhan pendapatan yang naik 26% menjadi Rp5,3 triliun. Seiring itu, Gross Transaction Value (GTV) inti grup tercatat mencapai Rp138 triliun, sementara total GTV melonjak 63% menjadi Rp236 triliun.
Direktur Utama GOTO, Hans Patuwo, menyebut capaian ini sebagai tonggak penting bagi perusahaan.
“Pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah GoTo ini menjadi momen penting bagi kami,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Dari sisi profitabilitas operasional, EBITDA Grup yang disesuaikan tumbuh 131% menjadi Rp907 miliar. Perseroan pun menargetkan EBITDA sepanjang 2026 berada di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.
Tak hanya itu, GOTO juga mencatat arus kas bebas disesuaikan yang positif sebesar Rp1,3 triliun pada kuartal I. Hal ini mencerminkan perbaikan fundamental bisnis serta disiplin pengelolaan biaya.
Direktur Keuangan GOTO, Simon Ho, menegaskan bahwa pertumbuhan pendapatan kini melampaui kenaikan biaya operasional, baik di lini fintech maupun layanan on-demand.
“Biaya layanan kami juga menurun seiring strategi teknologi dan kecerdasan buatan (AI) yang mulai membuahkan hasil,” ujarnya.
Kontribusi dari lini e-commerce melalui Tokopedia juga terus meningkat, dengan imbal jasa mencapai Rp288 miliar. Perseroan juga memperkuat pemanfaatan teknologi berbasis AI untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mendorong konversi pengguna.
Dengan kinerja yang semakin solid, GOTO optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika global, didukung neraca keuangan yang kuat dan strategi bisnis yang lebih terarah.

