Gilimanuk (tutur.co.id)- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan arus kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk telah kembali stabil dan terkendali setelah antrean berhasil diurai hingga nol kilometer menjelang penghentian operasional penyeberangan saat Hari Raya Nyepi, berdasar keterangan tertulis yang diterima Redaksi Tutur.
Momentum krusial terjadi pada Rabu (18/3) malam, ketika antrean kendaraan di area pelabuhan berhasil ditekan hingga tidak tersisa. Kondisi ini menjadi penanda keberhasilan penanganan kepadatan yang sebelumnya sempat terjadi akibat lonjakan mobilitas menjelang penutupan lintasan.
Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano menyampaikan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. “Terima kasih atas kesabaran masyarakat dan sinergi seluruh pihak yang memungkinkan antrean terurai hingga nol kilometer sebelum penutupan Nyepi,” ujarnya.
ASDP bersama Kementerian Perhubungan, Kepolisian, dan pemerintah daerah mengoptimalkan berbagai langkah, mulai dari pengoperasian hingga 35 kapal, penerapan sistem Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), penambahan kapal perbantuan, hingga rekayasa lalu lintas dan pemanfaatan buffer zone secara maksimal.
Di sisi lain, lonjakan kendaraan yang mencapai lebih dari 40 persen turut memberi tekanan pada kapasitas layanan. Pada H-3 (18/3), tercatat 74.213 penumpang dan 23.555 kendaraan menyeberang dari Bali ke Jawa, meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu.
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-3, jumlah penumpang mencapai 457.611 orang dan kendaraan 146.447 unit. ASDP memastikan operasional kini berjalan stabil dan mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas serta mengatur waktu perjalanan guna menjaga kelancaran selama periode Angkutan Lebaran.

