Semarang, Jawa Tengah (tutur.co.id) — Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan dan meningkatnya tekanan biaya hidup, urusan makan kerap menjadi tantangan bagi mahasiswa. Namun di Universitas Diponegoro (Undip), persoalan tersebut dijawab melalui program Food Truck yang kini berkembang menjadi salah satu penopang kesejahteraan mahasiswa.
Seperti dilansir Antara dan Kabarin, Dengan alokasi anggaran mencapai Rp6 miliar per tahun, program ini menyediakan makan siang gratis bagi mahasiswa yang membutuhkan. Lebih dari sekadar bantuan sosial, inisiatif ini mencerminkan komitmen kampus dalam memastikan mahasiswa dapat menjalani proses belajar dengan kondisi fisik yang prima.
Setiap harinya, dapur Food Truck Undip memproduksi sekitar 1.850 porsi makanan. Dalam setahun, jumlah tersebut mencapai kurang lebih 450.000 paket makan siang. Skala produksi ini menunjukkan bahwa program tidak dijalankan secara simbolis, melainkan sebagai sistem layanan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Menu yang disajikan pun dirancang dengan memperhatikan keseimbangan gizi. Setiap paket makanan terdiri dari kombinasi karbohidrat, protein, dan sayuran, guna menunjang kebutuhan energi serta menjaga konsentrasi mahasiswa selama menjalani aktivitas akademik.
Di balik distribusi makanan tersebut, terdapat proses pengolahan yang dijaga ketat. Seluruh tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku hingga penyajian, dilakukan oleh tim profesional dengan standar higienis tinggi. Bahan makanan segar dikirim sehari sebelum dimasak, sementara menu telah dirancang jauh hari untuk memastikan kualitas dan konsistensi rasa tetap terjaga.
Untuk mendukung distribusi yang tertib dan tepat sasaran, Undip menerapkan sistem tiket digital berbasis akun kampus (single sign-on/SSO). Mekanisme ini memastikan hanya mahasiswa aktif yang dapat mengakses layanan, sekaligus mengurangi potensi antrean panjang di lokasi pembagian.
Program Food Truck ini juga menjangkau berbagai kampus Undip, tidak hanya di Tembalang, tetapi juga di wilayah Pekalongan, Jepara, Rembang, hingga Batang. Penyebaran ini memperluas manfaat program sehingga dapat dirasakan oleh mahasiswa di berbagai daerah.
Menariknya, program ini turut membuka ruang partisipasi bagi mahasiswa. Sejumlah mahasiswa terlibat langsung sebagai kru operasional, memberikan mereka pengalaman praktis di bidang food and beverage (F&B), sekaligus memperluas jejaring profesional sejak dini.
Keberadaan Food Truck Undip menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai ruang akademik, tetapi juga sebagai ekosistem yang memperhatikan kebutuhan dasar mahasiswanya. Dengan terpenuhinya asupan gizi, mahasiswa diharapkan dapat lebih fokus dalam belajar dan mengembangkan potensi diri tanpa dibebani kekhawatiran akan kebutuhan makan sehari-hari.

