Jakarta (tutur.co.id) – Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) berduka. dr. M. Zulfikar Drakel, M.Res., alumni FKUI angkatan 2018, meninggal dunia saat menjalani program internship. Kepergiannya menjadi pengingat tentang kerasnya beban yang ditanggung para dokter muda.
“Kepergian seorang dokter muda adalah kehilangan yang sangat berarti. Ia mengingatkan kita bahwa di balik tugas, tanggung jawab, dan tuntutan pelayanan, setiap dokter tetaplah manusia yang memiliki batas, membutuhkan dukungan, dan berhak berada dalam lingkungan kerja yang aman, sehat, serta bermartabat,” demikian bunyi pernyataan resmi FKUI yang diterima redaksi, Rabu 22 Juli 2026.
Program internship yang dijalani almarhum berada di luar tata kelola langsung universitas. Namun, FKUI menyatakan memiliki tanggung jawab moral untuk mengingatkan pentingnya komunikasi terbuka, pendampingan nyata, pembagian beban kerja yang wajar, serta budaya kerja yang saling menghormati.
FKUI menegaskan bahwa kelelahan, tekanan, atau rasa sendiri tidak seharusnya dipandang sebagai hal biasa dalam perjalanan menjadi dokter.
“Ketangguhan profesional tidak dibangun dengan mengabaikan kemanusiaan, melainkan dengan sistem yang mampu mendengar, melindungi, dan hadir ketika seseorang membutuhkan pertolongan,” tulis pernyataan tersebut.
Keluarga besar FKUI mengajak semua pihak menahan diri dari spekulasi maupun penilaian yang belum memiliki dasar jelas. Namun, setiap suara, pengalaman, dan keluhan dari dokter muda perlu diterima sebagai bahan refleksi dan perbaikan bersama.
“Semoga kepergian almarhum menjadi pengingat bagi kita semua: tidak ada pelayanan yang bermutu tanpa tenaga kesehatan yang dijaga, dan tidak ada pendidikan kedokteran yang unggul tanpa nilai kemanusiaan,” pungkas pernyataan FKUI.
Almarhum dikenal sebagai sosok berdedikasi tinggi. Program internship memang menjadi fase kritis bagi dokter muda dengan beban kerja dan tanggung jawab yang tinggi. Kasus ini menjadi perhatian serius bagi dunia pendidikan kedokteran Indonesia.

