Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Eks Dubes Inggris: Israel Berpotensi Gagalkan Gencatan Senjata AS-Iran

Eks Dubes Inggris: Israel Berpotensi Gagalkan Gencatan Senjata AS-Iran

Internasional Deba Salamah12 April 2026 / 06:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Asap mengepul di atas kawasan permukiman setelah serangan Israel di Beirut, Lebanon, Rabu (8/4/2026). ANTARA/Anadolu/Houssam Shbaro/pri.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

London (Tutur.co.id) – Sejumlah dinamika baru di Timur Tengah dinilai dapat mempengaruhi keberlangsungan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Mantan Duta Besar Inggris untuk Suriah, Peter Ford, menilai Israel kemungkinan akan berupaya menggagalkan kesepakatan tersebut, meskipun menghadapi sejumlah tantangan.

“Israel tentu akan mencoba menggagalkan upaya tersebut. Namun, mereka menghadapi dua tantangan baru. Trump tak akan mudah dimanipulasi, dan pengalaman menunjukkan Iran tak dapat dipaksa tunduk dengan pengeboman,” ujar Ford, seperti dikutip RIA Novosti.

Ia menambahkan bahwa situasi di Lebanon berpotensi menjadi hambatan utama, mengingat Israel terus melancarkan serangan terhadap target yang dikaitkan dengan kelompok Hizbullah.

Menurut Ford, meningkatnya kekuatan Iran berhadapan langsung dengan sikap keras Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang disebutnya memandang penarikan diri dari Lebanon sebagai langkah yang tidak dapat diterima. Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu keseimbangan kekuatan yang tengah terbentuk di kawasan.

Ketegangan ini berakar dari eskalasi konflik sejak akhir Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Di tengah situasi tersebut, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran, yang juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.

Namun, dinamika di lapangan menunjukkan kompleksitas yang belum terselesaikan. Serangan Israel ke wilayah Lebanon, termasuk di kota Tyre, masih berlangsung. Washington menyatakan bahwa operasi tersebut tidak termasuk dalam cakupan kesepakatan gencatan senjata, dengan alasan adanya faktor Hizbullah.

Sebaliknya, Teheran menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan yang telah dicapai.

Baca Juga  Video: Konflik Memanas, Paus Leo XIV Serukan Gencatan Senjata di Timur Tengah

Perbedaan pandangan ini menunjukkan bahwa meskipun jalur diplomasi telah dibuka, stabilitas gencatan senjata masih sangat bergantung pada perkembangan di lapangan, khususnya di wilayah yang menjadi titik konflik lanjutan seperti Lebanon.

Amerika Serikat gencatan senjata headline iran israel Timur Tengah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTumbang dari Bournemouth, Posisi Arsenal di Puncak Mulai Terancam
Next Article Bangkit dari Cedera, Palmer Siap Jadi Senjata Chelsea Hadapi City

Berita Lainnya

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Tujuh Mitos Decluttering yang Wajib Diketahui

Galuh Parantri12 Januari 2026 / 08:30 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.