Jakarta (Tutur.co.id) – Ekonom nyentrik Ferry Latuhihin memandang pemerintah saat ini tengah panik melihat kondisi perekonomian Indonesia ditambah dengan perkembangan geopolitik yang tak menentu baru-baru ini. Ferry Latuhihin menyebutkan beberapa indikasi kepanikan pemerintah menyusul pecahnya perang Iran.
“Kalau saya lihat pemerintah justru memberikan kesan kepanikan. Kepanikan pertama diperlihatkan Bahlil Lahadalia (Menteri Energi dan SDM) yang mengatakan cadangan minyak kita cukup 20 hari yang membuat masyarakat justru panik dengan berburu SPBU isi full tank,” kata Ferry dalam acara podcast Bang Don Zuper Opini.
Menurut Ferry, pernyataan Bahlil tersebut sebagai bukti nyata jika pemerintah saat ini sedang panik terlebih dengan kondisi geopolitik pecahnya perang Iran kontra Israel dan Amerika Serikat. Dan kepanikan itu dianggapnya menjadi alasan komunikasi pemerintah sangat buruk.
“Jadi pemerintah ini tidak siap dengan komunikasinya, tidak siap juga dengan policy. Karena komunikasi yang baik disebabkan policy yang baik juga,” katanya.
Ferry Latuhihin juga menyoroti sikap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang dianggapnya sangat lucu dengan memamerkan kunjungannya ke pasar-pasar untuk memberikan kesan positif ekonomi Indonesia sedang baik-baik saja.
“Lucu respon Purbaya malah ke pasar dengan mengatakan ekonomi baik-baik saja karena ibu-ibu masih dagang. Berulang-ulang ia juga mengeluarkan statmen pertumbuhan ekonomi 5,5 persen sampai 6 persen tahun ini sementara faktanya daya beli masyarakat sangat lemah sekali,” kata Latuhihin.
Masih menurut Ferry Latuhihin, sikap pemerintah juga kerap berbeda termasuk dengan OJK, dimana saat OJK langsung bereaksi saat mendapat teguran dari MSCI.
“Ketika ada teguran dari MSCI kan OJK langsung merespon dengan melakukan action, pemecatan direksi, dewan komisaris, begitu juga dengan BEI. Suka tidak suka OJK merespon permintaan MSCI transparansi,” kata Latuhihin.
Berbeda dengan pemerintah, sebelum perang pun setelah kita down grade sama Moody’s disusul Fitch justru tidak memberikan feedback yang baik. Yang akhirnya bank-bank didown grade lagi sama Moody’s dan Fitch.
“Intinya pemerintah tidak siap dengan syok-syok dari luar termasuk dari rating agency. Kita terbuai sama mimpinya sendiri,” kata Ferry Latuhihin.
Nah buat Kawan Tutur yang ingin menyaksikan perbincangan menarik antara Ferry Latuhihin dengan Don Bosco Selamun dapat menonton langsung di podcast Bang Don Zuper Opini yang akan tayang di Tutur TV Rabu 18 Maret 2026 pukul 20.00 WIB.

