Jakarta (tutur.co.id) — Winarto resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA), menandai babak baru dalam kepemimpinan perusahaan pengelola kawasan wisata Ancol tersebut.
Kabar pengunduran diri ini disampaikan oleh Corporate Secretary Ancol, Agung Praptono, yang menyebut perseroan telah menerima surat resmi dari Winarto pada 13 April 2026.
“Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Winarto selaku Direktur Utama perseroan pada tanggal 13 April 2026,” ujarnya dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).
Hingga saat ini, belum diungkap alasan spesifik di balik keputusan tersebut. Namun, pengunduran diri ini terjadi menjelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 14 April 2026, di mana salah satu agenda utamanya adalah perubahan susunan pengurus perseroan.
Winarto sendiri baru menjabat sebagai Direktur Utama sejak 18 Agustus 2022, setelah diangkat melalui keputusan RUPST. Dalam masa kepemimpinannya, Ancol terus berupaya memperkuat posisi sebagai destinasi wisata unggulan di Jakarta, sekaligus mendorong pemulihan kinerja pascapandemi.
Manajemen perseroan memastikan bahwa pengunduran diri tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap operasional maupun kondisi keuangan perusahaan.
“Tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan,” tegas Agung.
Meski demikian, perubahan pucuk pimpinan tetap menjadi perhatian pelaku pasar, terutama dalam melihat arah strategi bisnis Ancol ke depan, termasuk pengembangan kawasan wisata, diversifikasi pendapatan, hingga peningkatan jumlah kunjungan.
RUPST yang digelar hari ini diharapkan dapat memberikan kepastian terkait susunan manajemen baru sekaligus arah kebijakan strategis perseroan dalam menghadapi tantangan industri pariwisata yang semakin kompetitif.

