Roma (Tutur.co.id) – Rumor kepergian Pecco Bagnaia dari tim pabrikan Ducati pada musim 2027 memunculkan nama baru yakni Fermin Aldeguer dan Pedro Acosta. Ducati dalam dilema memilih salah satu dari dua nama tersebut.
Nama Aldeguer sempat digadang-gadang sebagai kandidat terkuat pengganti Pecco Bagnaia. Namun situasinya berubah. Kursi kosong Pecco justru disebut-sebut bakal menjadi milik Pedro Acosta yang musim ini memperkuat KTM.
Aldeguer dianggap paling mungkin naik kelas ke tim utama Ducati bersama Marc Marquez. Tetapi awal 2026 menjadi mimpi buruk untuk rider Rookie of the Year MotoGP 2025 itu. Aldeguer mengalami patah tulang paha akibat kecelakaan saat latihan.
Cedera itu membuatnya absen dari tes pramusim dan juga seri pembuka MotoGP di Thailand. Tidak lama berselang, muncul laporan bahwa Ducati mencoret pembalap asal Spanyol itu dari daftar prioritas untuk 2027.
Bahkan banyak media memberitakan Acosta telah mencapai kesepakatan dengan Ducati untuk 2027. Hal ini menjadi pukulan telak bagi Aldeguer, mengingat rivalitas panjang keduanya sebagai dua talenta besar asal Murcia, Spanyol.
Sebagai rookie bersama Gresini, Aldeguer tampil impresif. Ia meraih kemenangan perdananya di Thailand serta mengoleksi enam podium sepanjang musim. Ironisnya, untuk MotoGP 2026 ia tidak mendapat spek motor pabrikan terbaru.
Ducati justru memberikan motor Ducati Desmosedici GP26 ke Alex Marquez yang finis sebagai runner-up musim lalu.
Laporan Speedweek menyebutkan akan sulit bagi Ducati mempertahankan Aldeguer jika mereka benar-benar merekrut Acosta. Padahal Aldeguer disebut-sebut sebagai “masa depan” Ducati. Artinya, mereka tak akan melepasnya begitu saja.
Jika pintu tim pabrikan tertutup, opsi paling masuk akal bagi Aldiguer adalah pindah ke VR46. Tim satelit utama Ducati milik Valentino Rossi, yang dikabarkan menyukai gaya balap Aldeguer.

