Bogor (tutur.co.id) – Presiden Prabowo Subianto memberikan pujian atas keberhasilan Polri menyediakan ribuan dapur untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pujian itu dilontarkan Presiden saat pidato di upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Polri Cikeas, Bogor, Rabu 1 Juli 2026.
“Saya tidak ragu-ragu sampaikan di sini, dapur-dapur yang dibangun oleh Polri adalah dapur-dapur yang terbaik,” katanya.
Kata Presiden, banyak pengamat dan lembaga internasional datang ke dapur-dapur SPPG yang dimiliki oleh Polri. Hal itu menjadi cerminan soal penikaiannya dapur yang dimiliki oleh Polri berpredikat terbaik dan mesti dipertahankan.
Namun dibalik pujian tersebut, ada mantan jenderal bintang dua yang dipercaya untuk memimpin Badan Gizi Nasional (BGN), kini terjerat kasus korupsi pengadaan tata kelola dapur MBG.
Sosok itu ialah Sony Sonjaya, Wakil Ketua BGN yang diringkus Kejaksaan Agung RI (Kejagung) lantaran diduga terlibat dalam jual beli dapur MBG. Ia disebut-sebut sebagai orang kepercayaan Presiden, bahkan pengangkatan Sony sempat diwarnai kritik lantaran masih berstatus aktif sebagai anggota Polri pada 17 September 2025 sebelum pensiun 1 November 2025.
Kejagung mengungkapkan Sony memiliki keistimewaan dalam penentuan titik-titik dapur MBG untuk memenuhi target Presiden. Ia melalui kepanjangan tangannya tersangka Asep Yusuf Somantri bisa mengatur dan memperjualbelikannya kepada mitra pelaksana.
Meski demikian, Kejagung belum bisa merinci berapa besaran per dapur yang diperjualbelikan. Namun Kejagung menyebut Asep kerap memberikan setoran uang kepada Sony Sonjaya dari adanya praktik jual beli dapur SPPG.
“Bahwa setelah melakukan pengaturan titik-titik SPPG tersebut Saudara AYS secara melawan hukum memberikan sejumlah uang ya kepada tersangka SS,” kata Direktur Penyidikan Jampidsus Syarief Sulaeman Nahdi, Kamis 11 Juni 2026.

