Jakarta (tutur.co.id) — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Senin (6/4/2026). Sentimen global kembali mendominasi arah pasar, terutama akibat meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang mendorong investor bersikap lebih defensif.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah signifikan sebesar 2,19% disertai aksi jual bersih (net sell) investor asing mencapai Rp864 miliar. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar di tengah ketidakpastian global.
Tekanan pasar dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut rencana serangan “extremely hard” terhadap Iran dalam dua hingga tiga pekan ke depan. Pernyataan tersebut memicu kembali sentimen risk off, sekaligus mendorong lonjakan harga minyak dunia.
Dalam ulasannya, BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan secara teknikal.
“Secara teknikal, kami masih memproyeksikan potensi pelemahan lanjutan dengan pola descending triangle menuju area support di kisaran 7.000–6.950,” tulis BRI Danareksa Sekuritas.
Fokus pelaku pasar saat ini tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah. Trump bahkan disebut memberikan ultimatum kepada Teheran dengan batas waktu 48 jam untuk mencapai kesepakatan atau menghadapi eskalasi militer besar.
Dari eksternal, pergerakan bursa saham Amerika Serikat cenderung bervariasi. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah tipis 0,13% ke level 46.504,6. Sementara itu, S&P 500 naik 0,11% ke 6.582,69 dan Nasdaq Composite menguat 0,18% ke posisi 21.879,18.
Selain faktor global, sentimen domestik juga turut menjadi perhatian. Pasar mencermati kebijakan terbaru regulator terkait kepemilikan saham dengan konsentrasi tinggi yang mencakup sejumlah emiten. Kebijakan ini berpotensi meningkatkan volatilitas pergerakan saham pada awal pekan.
Dengan kombinasi sentimen tersebut, IHSG diperkirakan masih akan bergerak dalam tekanan jangka pendek seiring meningkatnya preferensi investor terhadap aset aman.
Di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk strategi trading jangka pendek, yaitu:
PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
Saham-saham tersebut dinilai memiliki peluang teknikal yang menarik meski pasar secara keseluruhan masih berada dalam fase konsolidasi.

