Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Makro»Defisit APBN Berpotensi Tembus 4%, Bappenas Klaim Tetap Dijaga di 3%

Defisit APBN Berpotensi Tembus 4%, Bappenas Klaim Tetap Dijaga di 3%

Makro Gusti Tetiro07 April 2026 / 11:58 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Tutur Economic Dialogue bertema Unlocking Growth in The Middle Income Trap di Jakarta, Selasa (7/4/2026) (Foto: Tutur)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Ekonom senior Universitas Paramadina Wijayanto Samirin memperingatkan potensi pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga kisaran 3,5% sampai 4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Kondisi tersebut dipicu oleh tekanan fiskal yang semakin berat di tengah perlambatan aktivitas dunia usaha.

Dalam forum Tutur Economic Dialogue bertema Unlocking Growth in The Middle Income Trap di Jakarta, Selasa (7/4/2026), Wijayanto menilai titik kritis perekonomian Indonesia saat ini berada pada kemampuan fiskal pemerintah.

“Situasi kita saat ini berat. Dunia usaha juga lagi berat. Mereka cenderung wait and see,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ketidakpastian global dan domestik membuat sektor swasta menahan ekspansi. Dampaknya, kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi melemah dan beban pemerintah dalam mendorong ekonomi menjadi semakin besar.

Menurut Wijayanto, dalam kondisi seperti ini, fiskal yang seharusnya menjadi stimulus justru berpotensi menjadi penghambat pertumbuhan apabila ruang geraknya terbatas.

“Fleksibilitas dalam kebijakan adalah keharusan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti struktur belanja negara yang dinilai perlu lebih disiplin dan terukur. Beberapa pos pengeluaran seperti program MBG, KDMP, serta belanja alat utama sistem persenjataan (alutsista) disebut berpotensi meningkatkan tekanan terhadap APBN apabila tidak dievaluasi secara menyeluruh.

Ia mengingatkan, tanpa pengendalian yang ketat terhadap belanja tersebut, risiko pelebaran defisit akan semakin besar dan dapat berdampak pada stabilitas fiskal jangka menengah.

Di sisi lain, pemerintah melalui Direktur Perencanaan Ekonomi Makro dan Pengembangan Model Pembangunan Bappenas Ibnu Yahya menegaskan komitmennya untuk menjaga defisit tetap berada di level 3% hingga akhir tahun.

Menurut Ibnu, pemerintah tengah menyiapkan berbagai strategi kebijakan untuk memastikan disiplin fiskal tetap terjaga, salah satunya melalui peluncuran Program Kerja Prioritas Nasional dalam waktu dekat.

Baca Juga  Pemerintah Tahan Kenaikan BBM dan LPG di Tengah Krisis Timur Tengah

“Dalam waktu dekat akan kami luncurkan Program Kerja Prioritas Nasional, yang salah satunya adalah secara dinamis memastikan defisit kita pada 3% terjaga,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah juga akan terus melakukan intervensi guna memperkuat fundamental ekonomi nasional. Salah satu fokus utama adalah menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil di tengah tekanan ekonomi.

“Kami memastikan tidak boleh ada krisis dan kerusuhan di tengah masyarakat,” tegas Ibnu.

Pemerintah berharap sinergi kebijakan fiskal dan pemberitaan yang konstruktif dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat kepercayaan publik dan pelaku usaha.

Bappenas Defisit APBN fiskal Indonesia headline Wijayanto Samirin
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDon Bosco: Tutur Media Digital Hadir untuk Jadi Pembeda
Next Article Indonesia Masuk Fase Cemas, Risiko Rupiah hingga APBN Jadi Sorotan

Berita Lainnya

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026

18 Juli 2026 / 18:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Meski Cerah, Angin Kencang Landa Area Sleman Yogyakarta

Galuh Parantri24 Januari 2026 / 13:03 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.