London (Tutur.co.id) – Chelsea resmi mengumumkan Xabi Alonso sebagai pelatih kepala baru untuk musim 2026/2027. Klub asal London tersebut menunjuk pelatih asal Spanyol itu sebagai bagian dari proyek jangka panjang untuk membangun kembali performa tim setelah menjalani musim yang tidak konsisten.
Pengumuman dilakukan melalui laman resmi klub pada Minggu (17/5). Alonso dikontrak selama lima tahun dan akan mulai bekerja setelah musim ini berakhir.
Dalam pernyataannya, Chelsea menyebut Alonso dipilih karena dinilai memiliki visi permainan modern serta kemampuan mengembangkan pemain muda.
“Xabi adalah salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa dan kami percaya dia dapat membawa Chelsea ke level berikutnya,” tulis pernyataan resmi klub.
Alonso sebelumnya sukses bersama Bayer Leverkusen dengan membawa klub tersebut meraih gelar Bundesliga dan tampil kompetitif di kompetisi Eropa. Keberhasilannya membangun tim dengan permainan menyerang dan disiplin taktik membuat namanya masuk radar sejumlah klub besar Eropa.
Dalam pernyataan perdananya sebagai pelatih Chelsea, Alonso mengaku antusias memulai tantangan baru di Liga Inggris.
“Chelsea adalah klub besar dengan sejarah luar biasa. Saya sangat senang menjadi bagian dari proyek ini,” kata Alonso.
Ia juga menegaskan ingin membangun tim yang kompetitif dan memiliki identitas permainan yang jelas.
“Kami ingin memainkan sepak bola yang atraktif, kompetitif, dan membuat para pendukung bangga,” ujar Alonso.
Penunjukan Alonso sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai masa depan kursi pelatih Chelsea. Sebelumnya, klub sempat dikaitkan dengan sejumlah nama lain, termasuk Andoni Iraola dan Roberto De Zerbi.
Chelsea musim ini gagal bersaing dalam perebutan gelar Liga Inggris dan hanya finis di zona Eropa. Manajemen klub kemudian memutuskan melakukan evaluasi besar terhadap arah tim, termasuk perubahan di posisi pelatih.
Bagi Alonso, Chelsea menjadi pengalaman pertamanya melatih di Liga Inggris. Sebelumnya, mantan gelandang Liverpool, Real Madrid, dan Bayern Muenchen itu lebih banyak berkarier di Spanyol dan Jerman sebagai pelatih.

