Jakarta (tutur.co.id) – Kementerian Haji dan Umrah menyiagakan 1.356 petugas Satgas Mina di berbagai titik strategis untuk mengantisipasi jemaah yang mengambil jalan pintas berisiko, termasuk di gerbang terowongan Muaisim Turki.
Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff menyampaikan bahwa petugas ditempatkan di Jalan 616, Jalan 533, depan Mina Al-Wadi Hospital, Jalan 627, bawah Jalan Abdullah bin Abdul Aziz, gerbang terowongan Muaisim Turki, serta pos pengarah menuju Jamarat.
“Petugas Satgas Mina bertugas mengarahkan jemaah menuju Jamarat, membantu pengaturan arus, mengantisipasi kepadatan, serta memastikan jemaah kembali melalui jalur aman dan tidak mengambil jalan pintas yang berisiko,” ujar Maria dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat, 29 Mei 2026.
Pada hari Tasyrik kedua, jemaah melaksanakan lontar tiga jumrah yakni Ula, Wustha, dan Aqabah. Jadwal lontar dibagi dua sesi yakni pukul 05.00-10.30 WAS dan pukul 18.00-24.00 WAS.
“Keselamatan jemaah menjadi prioritas utama. Kami mengimbau seluruh jemaah untuk tidak melontar pada waktu larangan, khususnya pukul 10.00 sampai 14.00 waktu Arab Saudi,” ujar Maria.
Kemenhaj juga mengerahkan 19 unit mobil golf untuk membantu jemaah kelelahan, lansia, disabilitas, atau tersesat. Mobile Crisis Rescue (MCR) juga disiagakan di kawasan Jamarat untuk menangani kedaruratan.
Jemaah Nafar Awal diberangkatkan bertahap menuju Makkah mulai pukul 10.00-17.00 WAS menggunakan bus dengan pengaturan tertib oleh petugas. Hal ini bertujuan untuk menciptakan ketertiban dan menghindari kepadatan pergerakan menuju Makkah.
“Jemaah Nafar Awal kami minta tetap tertib, tidak memisahkan diri dari rombongan, dan mempersiapkan diri sesuai jadwal keberangkatan. Pengaturan bertahap ini penting agar pergerakan menuju Makkah berlangsung aman, nyaman, dan tidak menimbulkan kepadatan,” pungkas Maria.

