Manchester (Tutur.co.id) – Di tengah perjalanan musim yang kian mendekati garis akhir, Michael Carrick tak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap salah satu pemain paling berpengaruh di skuad Manchester United, Casemiro. Bagi Carrick, gelandang asal Brasil itu bukan sekadar pemain senior, melainkan sosok yang memberi fondasi kuat bagi tim.
“Dia pemain berpengalaman yang selalu memberikan segalanya untuk tim, termasuk di momen-momen penting. Case sangat berpengaruh di skuad,” ujarnya, menggambarkan betapa vital peran Casemiro di ruang ganti maupun di lapangan.
Menariknya, musim 2025/2026 justru menjadi babak paling produktif bagi Casemiro sejak pertama kali menginjakkan kaki di Old Trafford pada Agustus 2022. Di musim yang disebut-sebut sebagai musim terakhirnya bersama Setan Merah, pemain berusia 34 tahun itu tampil tajam dengan torehan sembilan gol dan dua assist, angka yang melampaui catatan musim-musim sebelumnya.
Sebagai perbandingan, pada musim debutnya 2022/2023 ia mencetak tujuh gol dan enam assist. Produktivitas itu sempat menurun dalam dua musim berikutnya, masing-masing dengan lima gol dan tiga assist. Namun kini, di ujung kebersamaannya dengan klub, Casemiro justru menunjukkan performa yang paling mengesankan.
Keputusan untuk berpisah di akhir musim, menurut Carrick, adalah bagian alami dari dinamika sepak bola profesional. Ia menekankan bahwa yang terpenting bukanlah lamanya seorang pemain bertahan, melainkan dampak yang ditinggalkan. Lebih dari sekadar kontribusi teknis, Casemiro juga meninggalkan jejak emosional yang kuat, terutama dalam hubungannya dengan para suporter.
“Di sepak bola, pemain datang dan pergi. Seorang pemain harus berkembang, beradaptasi, dan terus berjuang untuk maju. Senang melihat dia memiliki koneksi dengan suporter dan begitu pula sebaliknya. Itu sangat berarti untuknya karena dia laki-laki yang emosional,” kata Carrick, menambahkan dimensi personal dalam cerita perpisahan ini.
Kontribusi itu kembali terlihat dalam laga terbaru menghadapi Brentford di Old Trafford. Casemiro membuka keunggulan lewat sundulan pada menit ke-11, sebelum Benjamin Sesko menggandakan skor di menit ke-43. Sempat terancam oleh gol balasan Mathias Jensen pada menit ke-87, Manchester United tetap mampu mengunci kemenangan 2-1.
Hasil tersebut mengangkat MU ke peringkat ketiga klasemen sementara Liga Inggris dengan 46 poin dari 34 pertandingan yang menjaga asa mereka di papan atas. Selanjutnya, tantangan besar telah menanti. Rival abadi, Liverpool, akan datang ke Old Trafford pada akhir pekan nanti dalam laga yang tak hanya sarat gengsi, tetapi juga berpotensi menentukan arah akhir musim bagi kedua tim.

