Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Nasional»Bulog Mulai Serap Gabah–Beras Nasional, Target Pengadaan 2026 Naik Jadi 4 Juta Ton

Bulog Mulai Serap Gabah–Beras Nasional, Target Pengadaan 2026 Naik Jadi 4 Juta Ton

Nasional Gusti Tetiro27 Januari 2026 / 10:38 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Perum Bulog memasang ambisi besar di tengah fluktuasi harga pangan: memberlakukan satu harga beras di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Target itu baru akan diwujudkan jika Bulog berhasil menyerap minimal 4 juta ton beras petani. (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Perum Bulog memasang ambisi besar di tengah fluktuasi harga pangan: memberlakukan satu harga beras di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Target itu baru akan diwujudkan jika Bulog berhasil menyerap minimal 4 juta ton beras petani. (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Perum Bulog mulai melakukan penyerapan gabah dan beras produksi dalam negeri secara serentak di seluruh wilayah Indonesia sejak awal 2026. Langkah ini sejalan dengan penugasan pemerintah untuk melindungi petani, menjaga stabilitas harga pangan, sekaligus memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penyerapan tahun ini ditargetkan mencapai 4 juta ton setara beras, meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Kegiatan tersebut dilakukan langsung oleh jajaran kantor wilayah dan kantor cabang Bulog dengan pola jemput bola, mulai dari sawah, titik panen, hingga penggilingan padi.

“Sejak awal tahun 2026, Bulog di seluruh Indonesia sudah mulai melakukan penyerapan gabah dan beras hasil panen petani dalam negeri. Ini merupakan bentuk kehadiran negara untuk memastikan petani mendapatkan harga yang layak sekaligus menjaga ketersediaan stok beras nasional,” ujar Rizal dalam keterangan tertulis, Senin (26/1/2026).

Penyerapan gabah dan beras telah berlangsung di berbagai sentra produksi, mulai dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua. Di Sumatera, realisasi penyerapan sudah tercatat sejak Januari seiring masuknya masa panen awal tahun di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, hingga Lampung.

Sementara itu, di Pulau Jawa, Bulog bergerak cepat melakukan pengadaan di Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, serta Jawa Timur. Sejumlah daerah di Jawa bahkan mencatatkan kenaikan target penyerapan hingga puluhan persen, sebagai bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.

Untuk wilayah Indonesia Tengah dan Timur, Bulog juga mulai menyerap gabah dan beras petani dari Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, Maluku, hingga Papua. Rizal menegaskan, penguatan stok beras nasional tidak hanya bertumpu pada wilayah barat, melainkan dilakukan secara merata hingga kawasan timur Indonesia.

Baca Juga  Video: Contohkan Selat Hormuz, Prabowo: 70 Persen Jalur Energi Asia Lewati Wilayah Indonesia!

Adapun penyerapan tahun 2026 difokuskan pada hasil panen petani lokal dengan tetap mengacu pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yakni Rp6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP) dan Rp12.000 per kilogram untuk beras. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga harga di tingkat petani tetap stabil di tengah fluktuasi pasar.

Selain menopang harga petani, pengadaan beras dalam negeri juga ditujukan untuk memastikan ketersediaan stok yang aman dan cukup sepanjang 2026, termasuk dalam menghadapi lonjakan kebutuhan menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Rizal memastikan proses penyerapan dilakukan secara transparan dan cepat, dengan melibatkan mitra penggilingan, pemerintah daerah, serta unsur TNI dan Polri di sejumlah wilayah guna menjaga kelancaran di lapangan.

“Dengan dimulainya penyerapan sejak awal tahun dan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, Bulog optimistis target pengadaan gabah dan beras dalam negeri tahun 2026 dapat tercapai, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Bulog Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Ketahanan pangan nasional Penyerapan gabah dan beras
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleFashion 2026 dan Keberanian untuk Tidak Selalu Baru
Next Article [LIVE] DPR RI Gelar Paripurna Tetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia

Berita Lainnya

Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 09:19 WIB

Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Akhir Pekan 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 08:57 WIB

Nanik S Deyang Tak Muncul, BGN Pamer Opini ‘Pujian’ dari BPK

17 Juli 2026 / 16:14 WIB

Kabar Baik! Bansos BPNT Triwulan III 2026 Mulai Cair Rp 600.000, Cek Syarat dan Penerimanya

17 Juli 2026 / 13:08 WIB

Dua Kali Disambut Sri Sultan di Yogyakarta, Menkeu Purbaya Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Inovasi Hijau

17 Juli 2026 / 13:01 WIB

Jangan Terlambat! Cek Lokasi SIM Keliling Jakarta 17 Juli 2026

17 Juli 2026 / 07:41 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Bojan Hodak Ingin Persib Bangkit dan Balas Kekalahan dari Ratchaburi

Deba Salamah15 Februari 2026 / 01:00 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.