Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
  • Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Akhir Pekan 18 Juli 2026
  • Prancis vs Inggris: Pertandingan yang Tidak Diinginkan
  • Elnusa Petrofin Perkuat Distribusi BBM, Penyaluran di Sumatra Utara Berangsur Normal
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Bukti Tak Terbantahkan Amerika Serikat Mulai Kehabisan Stok Rudal

Bukti Tak Terbantahkan Amerika Serikat Mulai Kehabisan Stok Rudal

Internasional Toto Pribadi03 April 2026 / 16:31 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Rudal Tomahawk andalan Amerika Serikat (Foto: Tutur/Wikipedia)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Washington (Tutur.co.id) – Pasokan senjata Amerika Serikat tampaknya mulai terkuras akibat keputusan Donald Trump menyerang Iran pada akhir Februari lalu. Meski pemerintahan Trump terkesan menutupi, namun dari update terbaru mampetnya pesanan rudal Tomahawk Jepang tentu menjadi bukti yang sulit dibantah.

Ya, dilansir dari South China Morning Post, pemerintah Jepang telah memesan ratusan rudal Tomahawk dari Amerika Serikat (AS). Namun kabar terbaru, pesanan tersebut tak kunjung datang. Padahal keberadaan rudal ini sangat vital bagi Jepang dan secara tidak langsung juga untuk menjaga kepentingan AS di Kawasan Asia Timur.

Kabar terbaru ini yang membuat banyak pengamat semakin yakin jika keputusan Trump menyerang Iran adalah kesalahan besar. Paman Sam mulai kehabisan stok untuk meladeni Iran.

Banyak pula pengamat yang menganggap keputusan Trump menyerang Iran justru telah mengorbankan banyak kepentingan AS termasuk menjaga kolega-koleganya macam Korea Selatan, Jepang hingga Taiwan yang tentu selalu terusik dengan gerak-gerik China.

Rudal Tomahawk adalah inti dari strategi baru Tokyo untuk melengkapi diri dengan kemampuan serangan jarak jauh untuk menghadapi tantangan dari China dan Korea Utara. Tetapi Washington telah memberi tahu Tokyo bahwa pengiriman untuk pesanan sekitar 400 rudal pada Maret 2028 akan terganggu.

AS memang telah meluncurkan ratusan rudal Tomahawk selama serangan terhadap Iran, menurut seseorang sumber dari dalam pemerintahan Trump yang enggan disebutkan namanya karena sensitivitas masalah tersebut.

Ada sekitar 4.000 rudal Tomahawk dalam persediaan AS sebelum perang, termasuk model lama dan varian anti-kapal. RTX memproduksi sekitar 100 rudal baru pada tahun 2025, sementara sekitar 240 model lama ditingkatkan ke standar Block V terbaru. Sumber tersebut mengatakan bahwa produksi gabungan selama lebih dari dua tahun telah digunakan sejauh ini dalam perang.

Baca Juga  Laporan Intelijen: Perang Iran Bakal Libatkan Langsung Tiongkok dan Rusia

Pesanan Jepang senilai US$2,35 miliar, yang ditandatangani pada tahun 2024, adalah salah satu pesanan terbesar dari negara asing. Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengatakan pada bulan Maret bahwa pengiriman pertama Tomahawk telah diterima. Namun hingga April ini tak kunjung mendarat di Tokyo.

Tidak jelas apakah ada risiko bagi AS karena telah melewatkan tenggat waktu keseluruhan Maret 2028 untuk menyelesaikan pengiriman.

Amerika Serikat headline Jepang Perang Iran Rudal rudal tomahawk
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTransaksi ICDX Tembus Rp12,48 Kuadriliun di Kuartal I 2026, Melonjak 96%
Next Article Menhan AS Pete Hegseth Pecat Lebih dari Selusin Jenderal, Ada Nama Randy George

Berita Lainnya

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB

Datang ke Gedung Jampidsus, Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 / 19:18 WIB

Distribusi BBM Sumatera Utara Pulih, Antrean Menyusut dan Pasokan Aman Sentosa

17 Juli 2026 / 17:23 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Rupiah Menguat Rp17.600/US$ Usai Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan

Toto Pribadi20 Mei 2026 / 15:42 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Mencari Akhir yang Manis

18 Juli 2026 / 11:00 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 09:19 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.