Jakarta (tutur.co.id) – Bitlock Wallet, dompet kripto non-kustodial berbasis multi-chain yang pertama kali hadir sebagai mini-aplikasi di Telegram, mengumumkan bahwa pengembangan aplikasi native untuk iOS dan Android telah memasuki tahap akhir pengujian internal. Peluncuran publik ditargetkan berlangsung dalam satu bulan ke depan.
Sejak diperkenalkan melalui ekosistem Telegram, Bitlock Wallet digunakan oleh pengguna yang menginginkan akses blockchain secara praktis melalui aplikasi pesan instan. Platform Telegram dinilai mampu menyediakan lingkungan dengan hambatan teknis rendah, sehingga memungkinkan pembuatan dompet kripto dengan proses yang sederhana.
Namun, pihak Bitlock Wallet menilai peningkatan kebutuhan teknis serta ekspansi fitur telah melampaui kemampuan yang dapat ditopang oleh platform Telegram. Atas dasar tersebut, perusahaan memutuskan untuk memperluas layanannya melalui aplikasi mobile mandiri guna menghadirkan infrastruktur yang lebih kuat, fleksibilitas antarmuka yang lebih luas, serta peningkatan sistem keamanan.
Aplikasi Masuki Tahap Uji Stabilitas dan Keamanan
Tim pengembang Bitlock Wallet saat ini tengah melakukan pengujian akhir terhadap aplikasi iOS dan Android, yang mencakup uji stabilitas, performa, dan keamanan. Proses ini melibatkan pengujian lintas perangkat, simulasi berbagai kondisi jaringan, serta uji beban pada sejumlah blockchain yang telah didukung.
Manajemen Bitlock Wallet menyampaikan bahwa jadwal rilis publik akan ditentukan setelah seluruh tahapan validasi teknis diselesaikan. Sementara itu, versi mini-app Telegram akan tetap beroperasi dan dapat digunakan seperti biasa, dengan peran sebagai solusi akses awal bagi pengguna.
Ekspansi Fitur Khusus Lingkungan Mobile
Aplikasi mobile Bitlock Wallet dikembangkan untuk mendukung sejumlah fitur yang sebelumnya tidak memungkinkan diterapkan di dalam ekosistem Telegram. Perusahaan menyebutkan bahwa detail lengkap fitur akan diumumkan saat peluncuran resmi, namun beberapa peningkatan utama telah dipastikan.
Penguatan fungsi multi-chain menjadi salah satu fokus utama, termasuk perluasan cakupan jaringan blockchain dan optimalisasi rute aset untuk pengelolaan, pengiriman, serta pertukaran kripto. Selain itu, alur transaksi seperti swap, bridge, dan pelacakan aset dirancang ulang agar lebih transparan dengan lapisan konfirmasi yang lebih jelas.
Dari sisi arsitektur, aplikasi native memungkinkan integrasi modul yang lebih kompleks, termasuk alat perdagangan lanjutan, analisis portofolio yang lebih mendalam, serta titik integrasi baru dengan ekosistem blockchain lainnya. Penyempurnaan antarmuka juga dilakukan secara menyeluruh agar sesuai dengan karakteristik perangkat mobile, sehingga navigasi menjadi lebih responsif dan intuitif.
Pengembangan ini disebut sejalan dengan peta jalan jangka panjang Bitlock Wallet, yang menargetkan kesetaraan fitur lintas platform serta pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan di masa depan.
Strategi Pertumbuhan Menuju 2026
Dengan dominasi penggunaan perangkat mobile dalam industri dompet kripto global, kehadiran aplikasi iOS dan Android dinilai akan mempercepat ekspansi Bitlock Wallet ke pasar baru. Dalam rencana pengembangan menuju 2026, perusahaan menyiapkan penambahan integrasi blockchain, penguatan fitur perdagangan tingkat lanjut, peningkatan keamanan berbasis perangkat, serta perluasan ekosistem pendukung.
Tentang Bitlock Wallet
Bitlock Wallet merupakan dompet kripto non-kustodial berbasis multi-chain yang pertama kali diluncurkan sebagai mini-aplikasi Telegram. Platform ini memungkinkan pengguna mengelola aset digital, melakukan pertukaran dan bridge lintas jaringan, serta mengakses fitur perdagangan lanjutan dengan tetap mempertahankan kendali penuh atas kunci privat. Bitlock Wallet mengedepankan desain yang aman, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna di berbagai platform.

