Jakarta (Tutur.co.id) – Bank Indonesia lewat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) baru saja merilis daftar kekayaan para pejabat tingginya, termasuk Thomas Djiwandono yang baru dilantik sebagai deputi. Rupanya kekayaan ponakan Presiden Prabowo itu masih kalah dari koleganya Filianingsih Hendarta.
Ya, Filianingsih menjadi pejabat tinggi Bank Indonesia dengan kekayaan paling berlimpah. Dari laporan (LHKPN) pada Maret 2025 kekayaan wanita kelahiran Surabaya 14 April 1963 itu mencapai sekitar Rp191 miliar atau tepatnya Rp191.045.196.856 setelah dikurangi utang.
Komponen kekayaan Filianingsih ini mencakup tanah dan bangunan senilai kurang lebih Rp175,7 miliar. Untuk property tersebar di beberapa daerah termasuk Jakarta Selatan, Surabaya, Bali (Gianyar & Badung), Bogor, Jombang, dan Probolinggo.
Lalu untuk alat transportasi dan mesin seniali Rp4,8 miliar diantaranya terdiri dari mobil Mercedes-Benz S450, Toyota Alphard, dan kendaraan lainnya. Untuk surat berharga total senilai Rp6,1 miliar. Lalu kas dan setara kas mencapai Rp8 miliar.
Filianingsih tercatat juga punya utang sebesar Rp3,7 miliar. Dari catatan tersebut, jelas terlihat bahwa mayoritas kekayaan Filianingsih berasal dari aset properti (tanah & bangunan), yang merupakan sumber kekayaan terbesar dalam LHKPN-nya.
Profil Filianingsih Hendarta
Filianingsih Hendarta menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia untuk periode 2023–2028. Ia dilantik secara resmi pada 18 April 2023 setelah ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI dan dilantik di hadapan Wakil Ketua Mahkamah Agung.
Ia menyelesaikan Pendidikan S1 Hukum Universitas Airlangga pada tahun 1985 dan melanjutkan studi di Magister Economics & Finance di Boston University, Amerika Serikat pada 1992.
Kariernya di Bank Indonesia sendiri dimulai sejak 1986. Sebelum diangkat menjadi deputi Bank Indonesia, Filianingsih sempat mengisi beberapa pos seperti Staf Departemen Internasional Bank Indonesia, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter (2013-2015), Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial (2015–2019), dan Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (2019–2023)
Sebelum menjadi Deputi Gubernur, ia dikenal aktif dalam penyusunan regulasi, penguatan sektor keuangan, dan transformasi sistem pembayaran digital di Indonesia. Selama kariernya juga ia banyak terlibat dalam berbagai forum internasional bersama lembaga seperti G20, IMF, World Bank, dan organisasi bank sentral lainnya.
Sebagai Deputi Gubernur, Filianingsih berperan dalam pengambilan keputusan strategis di Bank Indonesia bersama Dewan Gubernur untuk menjaga stabilitas moneter, mendorong kemajuan sistem pembayaran, serta berkontribusi pada kebijakan ekonomi dan keuangan nasional.

