Teheran (Tutur.co.id) – Bukan rahasia lagi jika sejak serangan pertama militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada akhir Februari lalu, lusinan petinggi Iran yang tewas termasuk Ayatollah Ali Khamenei. Pertanyaannya, masih amankah stok ‘orang penting’ di Iran yang mendampingi Mojtaba Khamenei yang ditunjuk menggantikan sang ayah?
Selain menargetkan kekuatan perang Iran, duet AS dan Israel memang juga menargetkan petinggi-petinggi Iran yang punya peran penting dalam urusan politik dan militernya. Mengandalkan serangan Udara dan memanfaatkan mata-mata yang disebar, serangan Udara AS dan Israel telah berhasil menewaskan petinggi dan pejabat di Iran.
Yang terbaru tentu tewasnya Ali Larijani. Sosok ini memang super penting karena menjadi penghubung pemerintahan dengan militer. Ia juga orang kepercayaan Ayatollah Ali Khamenei. Larijani tewas bersamaan dengan gugurnya Jenderal Gholam Reza Soleimani, petinggi relawan paramiliter Basij. Lalu ada nama Menteri Intelijen Iran, Esmail Khatib yang tewas baru pada Rabu 18 Maret 2026.
Nama-nama itu seakan melengkapi daftar panjang petinggi-petinggi Iran yang tewas setelah pecahnya konflk AS dan Israel versus Iran sejak akhir Februari lalu. Banyak pihak di AS dan Israel yang mengklaim Iran telah kehabisan stok tokoh penting. Dengan kata lain, semakin sedikit pendamping Mojtaba saat ini. Benarkah itu?
Namun menurut Barbara Slavin, seorang peneliti terkemuka di Stimson Center, Iran sejatinya masih punya banyak stok orang penting. Hal itu ia ungkapkan saat berbicara mengenai kemungkinan siapa pengganti Ali Larijani.
“Mungkin demi kepentingan Iran tidak menunjuk pengganti Larijani, karena itu hanya akan menempatkan dirinya dalam posisi yang rentan,” kata Barbara Slavin.
Namun, ia mengatakan ada sejumlah tokoh yang tetap berpengaruh di bidang politik dan militer. Di antara nama-nama yang menurut Slavin dapat memainkan peran penting adalah Mohammad Bagher Ghalibaf, ketua parlemen. Lalu ada Saeed Jalili, mantan penasihat keamanan nasional yang juga sering terlibat dalam negosiasi nuklir.
Ada juga nama Ali Akbar Salehi, mantan menteri luar negeri yang juga ahli nuklir Iran. Lalu Hassan Rouhani, mantan presiden dan penasihat keamanan nasional dan Mohsen Rezaie, mantan kepala Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang kebetulan telah ditunjuk sebagai penasihat senior untuk Mojtaba Khamenei.
“Tokoh-tokoh IRGC lainnya yang juga akan penting, termasuk Ahmad Vahidi (mantan Menteri Pertahanan) serta anggota cabang intelijen dan para pemimpin di Basij,” pungkas Slavin.

