Jakarta (tutur.co.id) – Aston Villa akhirnya mengakhiri penantian panjang mereka untuk kembali meraih trofi Eropa setelah tampil impresif dan mengalahkan SC Freiburg dengan skor telak 3-0 pada final UEFA Europa League 2026 di Besiktas Park.
Keberhasilan tersebut menjadi trofi Eropa pertama Aston Villa dalam 44 tahun terakhir sekaligus mengakhiri puasa gelar mayor klub yang telah berlangsung selama tiga dekade.
Dalam laga final yang penuh emosional itu, Aston Villa tampil menggunakan seragam putih sebagai penghormatan terhadap skuad legendaris yang memenangkan European Cup 1982.
Tim asuhan Unai Emery langsung tampil agresif sejak awal pertandingan. Baru dua menit laga berjalan, Morgan Rogers hampir membuka keunggulan lewat tendangan keras yang memaksa penjaga gawang Freiburg, Noah Atubolu, melakukan penyelamatan penting.
Freiburg sempat mencoba memberikan respons melalui peluang Nicolas Höfler, namun upayanya masih belum mampu mengancam serius gawang yang dijaga Emiliano Martínez.
Setelah pertandingan berjalan cukup ketat, Aston Villa akhirnya memecah kebuntuan menjelang turun minum. Berawal dari situasi sepak pojok, Morgan Rogers memberikan umpan pendek kepada Youri Tielemans yang langsung melepaskan tendangan voli rendah ke sudut gawang.
Gol tersebut membuat Aston Villa unggul 1-0 dan mengubah momentum pertandingan sepenuhnya.
Keunggulan Villa bertambah pada masa injury time babak pertama melalui aksi individu brilian Emiliano Buendía.
Pemain asal Argentina itu sukses memutar badan di tepi kotak penalti sebelum melepaskan tembakan melengkung yang gagal dijangkau Atubolu. Gol indah tersebut membuat Aston Villa menutup babak pertama dengan keunggulan nyaman 2-0.
Memasuki babak kedua, Freiburg mencoba tampil lebih menyerang demi mengejar ketertinggalan. Namun, Aston Villa justru kembali mencetak gol ketiga pada menit ke-59.
Emiliano Buendía kembali berperan penting dengan mengirim umpan silang rendah yang berhasil diselesaikan Morgan Rogers di depan gawang. Gol itu praktis memastikan kemenangan Aston Villa sekaligus memupus harapan Freiburg untuk bangkit.
Meski pelatih Julian Schuster melakukan sejumlah pergantian pemain, Villa tetap mampu menjaga ritme permainan hingga laga usai.
Kesuksesan ini semakin mempertegas reputasi Unai Emery sebagai salah satu pelatih tersukses di kompetisi Europa League. Gelar musim ini menjadi trofi kelimanya di ajang tersebut sepanjang karier kepelatihan.
Selain sukses di Eropa, Aston Villa juga tampil konsisten di kompetisi domestik dengan finis di lima besar Premier League musim ini.
Trofi Liga Europa 2026 menjadi momen penting dalam sejarah modern Aston Villa. Setelah bertahun-tahun berusaha kembali bersaing di level tertinggi Eropa, klub asal Birmingham itu akhirnya kembali mengangkat trofi internasional dan menandai kebangkitan mereka di sepak bola Eropa. (sas)

