Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Health»Aspirin Cegah Kanker? Ini Fakta Ilmiah Terbaru yang Mengubah Dunia Medis

Aspirin Cegah Kanker? Ini Fakta Ilmiah Terbaru yang Mengubah Dunia Medis

Health Muthia Hanifah22 April 2026 / 17:07 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi obat aspirin yang dalam penelitian terbaru dikaitkan dengan penurunan risiko kanker, khususnya kanker usus. (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Aspirin yang selama ini dikenal sebagai obat pereda nyeri ternyata memiliki manfaat yang jauh lebih besar. Dalam dunia medis, sangat jarang ada obat murah yang berpotensi mengubah strategi pencegahan kanker secara global.

Dan penelitian terbaru menunjukkan bahwa aspirin dapat membantu mengurangi risiko kanker, terutama kanker usus. Bahkan, beberapa negara mulai mengubah kebijakan kesehatan mereka berdasarkan temuan ini. Hal ini membuat aspirin kembali menjadi sorotan di dunia medis.

Penelitian klinis menunjukkan bahwa konsumsi aspirin secara rutin dapat menurunkan risiko kanker pada kelompok tertentu. Dalam studi terhadap 861 pasien dengan Lynch Syndrome, kondisi genetik yang meningkatkan risiko kanker usus, konsumsi aspirin selama minimal dua tahun terbukti menurunkan risiko kanker kolorektal hingga hampir 50%.

Profesor John Burn dari Newcastle University menyatakan bahwa temuan ini menjadi bukti kuat peran aspirin dalam pencegahan kanker. Selain itu, penelitian lain juga menemukan bahwa aspirin dapat menghambat penyebaran sel kanker. Proses ini disebut metastasis, yaitu ketika kanker menyebar ke bagian tubuh lain.

Aspirin bekerja dengan memengaruhi sistem kekebalan tubuh sehingga lebih mudah mengenali dan melawan sel kanker. Ini menjadi salah satu alasan mengapa aspirin dianggap sebagai “senjata baru” dalam melawan kanker.

Menariknya, aspirin bukanlah obat baru. Sejarahnya sudah ada sejak lebih dari 4.000 tahun lalu, ketika ekstrak kulit pohon willow digunakan sebagai obat alami. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, senyawa tersebut dikembangkan menjadi aspirin modern yang lebih aman. Hal ini menunjukkan bahwa pengobatan tradisional bisa berkembang menjadi solusi medis modern.

Namun, penggunaan aspirin tidak boleh sembarangan. Obat ini memiliki efek samping seperti gangguan lambung, pendarahan internal, bahkan dalam kasus tertentu dapat meningkatkan risiko perdarahan pada otak. Oleh karena itu, para ahli menekankan bahwa konsumsi aspirin harus dilakukan di bawah pengawasan dokter. Tidak semua orang cocok menggunakannya sebagai pencegahan kanker.

Baca Juga  Ribuan Herbal RI Belum Tergarap, Sido Muncul Luncurkan “Perpustakaan Digital” Berbasis AI

Beberapa penelitian terbaru bahkan menunjukkan bahwa dosis rendah sekitar 75-100 mg per hari sudah memberikan manfaat serupa dengan risiko efek samping yang lebih kecil. Temuan ini menjadi kabar baik, terutama bagi pasien dengan risiko tinggi. Beberapa negara bahkan mulai merekomendasikan penggunaan aspirin untuk kelompok tertentu. Ini menunjukkan bagaimana penelitian dapat langsung memengaruhi kebijakan kesehatan.

Meski begitu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaat aspirin pada jenis kanker lainnya. Saat ini, penelitian masih difokuskan pada kanker usus dan beberapa jenis kanker tertentu. Para ilmuwan terus mencari jawaban agar aspirin bisa dimanfaatkan secara lebih luas.

Bagi masyarakat umum, informasi ini membuka wawasan baru tentang pentingnya pencegahan penyakit. Aspirin mungkin bukan solusi utama, tetapi bisa menjadi bagian dari strategi kesehatan yang lebih besar. Gaya hidup sehat tetap menjadi faktor utama dalam mencegah kanker.

Aspirin kini tak lagi sekadar pereda nyeri, tetapi mulai dipertimbangkan sebagai bagian dari pencegahan kanker. Namun, siapa yang benar-benar membutuhkan dan bagaimana penggunaannya tetap harus ditentukan oleh tenaga medis.

 

aspirin headline Kanker Kesehatan pencegah kanker
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKejagung Luncurkan BPA Fair 2026, Lelang Aset Mobil Sport hingga Karya Seni
Next Article Senator AS Nilai Trump Kalah Besar dalam Perang Iran

Berita Lainnya

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB

Datang ke Gedung Jampidsus, Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 / 19:18 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: Usai Halalbihalal PDIP, Puan Maharani Buka Peluang Bertemu Lagi dengan Prabowo

Kristo Suryokusumo22 Maret 2026 / 15:30 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.