Tokyo (tutur.co.id) – Pasar saham Jepang memulai pekan ini dengan lonjakan luar biasa setelah kabar tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik yang selama ini memicu ketegangan global.
Banyak hal positif langsung menyebar ke berbagai sektor, mendorong investor kembali masuk ke pasar. Indeks Nikkei bahkan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah dan menembus level yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Kesepakatan awal tersebut mencakup penghentian blokade Amerika terhadap Iran serta rencana pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan energi dunia.
Hal tersebut membuat harga minyak turun cukup tajam karena kekhawatiran gangguan pasokan mulai mereda. Bagi Jepang yang sangat bergantung pada impor minyak dari Timur Tengah, perkembangan ini menjadi angin segar bagi perekonomian.
Indeks Nikkei 225 sempat melonjak lebih dari lima persen dalam perdagangan Senin, sementara indeks Topix juga mencatat penguatan signifikan.
Para analis menilai kenaikan ini merupakan respons spontan pasar terhadap meredanya resiko geopolitik yang selama beberapa pekan terakhir membebani sentimen investor. Namun mereka juga mengingatkan bahwa ini akan sangat bergantung pada implementasi nyata dari kesepakatan tersebut.
Tidak hanya pasar saham yang bereaksi positif, pasar obligasi Jepang juga menunjukkan pergerakan yang cukup menarik. Imbal hasil obligasi pemerintah turun karena kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga energi mulai berkurang. Kondisi ini memberikan ruang yang lebih nyaman bagi pelaku pasar yang sebelumnya khawatir terhadap dampak ekonomi dari konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Di tengah euforia pasar, perhatian investor kini beralih ke pertemuan Bank of Japan yang tengah berlangsung. Bank sentral Jepang diperkirakan akan menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam lebih dari tiga dekade. Langkah tersebut menunjukkan bahwa Jepang semakin percaya diri terhadap kondisi ekonominya meskipun tantangan global masih terus membayangi.
Sepanjang tahun 2026, saham Jepang memang menjadi salah satu bintang di pasar global. Selain didorong optimisme terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI, reformasi tata kelola perusahaan yang dilakukan Bursa Tokyo juga berhasil menarik minat investor internasional.
Meski demikian, sejumlah pengamat menilai pasar tetap perlu berhati-hati karena valuasi saham saat ini mulai mendekati level yang cukup tinggi dibandingkan fundamental perusahaan.

