Jakarta (tutur.co.id) — Arus balik Lebaran mulai menunjukkan lonjakan signifikan. Di hari ke-13 Operasi Ketupat 2026, Kepolisian Negara Republik Indonesia menyatakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terkendali, meski mobilitas warga meningkat tajam.
Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, menegaskan bahwa hingga kini tidak ada kejadian menonjol. “Secara umum situasi kamtibmas dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 hingga hari ke-13 terpantau kondusif dan tidak terdapat kejadian menonjol. Kami terus mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam momentum arus mudik dan balik Lebaran,” ujar Jansen dalam rilis yang diterima redaksi Tutur.
Data harian menunjukkan terdapat 1.387 gangguan kamtibmas, terdiri dari 1.288 kasus kejahatan, 18 pelanggaran, 8 kejadian bencana, serta 73 gangguan lainnya. Di sektor lalu lintas, tercatat 226 kecelakaan dengan 12 korban meninggal dunia, 73 luka berat, dan 440 luka ringan, serta kerugian materiil mencapai Rp226.150.000.
Lonjakan paling terasa terjadi pada arus kendaraan masuk Jakarta. Tercatat 256.338 kendaraan masuk ke ibu kota—melonjak 99,02 persen dibandingkan kondisi normal dan meningkat 14,87 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, kendaraan keluar Jakarta mencapai 135.724 unit, naik tipis 2,77 persen dari kondisi normal, namun turun 11,98 persen dibandingkan Lebaran tahun sebelumnya.
“Arus balik sudah mulai terlihat meningkat signifikan. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dengan baik, memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA), serta memperhatikan kondisi fisik dan kendaraan sebelum melakukan perjalanan,” jelas Jansen.
Di tengah lonjakan ini, mobilitas transportasi umum juga masih tinggi. Moda penyeberangan mencatat 1.438 trip dengan 496.130 penumpang, kereta api 2.707 perjalanan dengan 1.475.203 penumpang, serta penerbangan sebanyak 2.473 flight dengan total 311.047 penumpang.
Polri kembali mengingatkan masyarakat untuk mengutamakan keselamatan selama perjalanan. “Masyarakat diimbau untuk tidak memaksakan diri saat lelah, memanfaatkan rest area dengan bijak, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan,” tambahnya.
Dengan arus balik yang kian padat, tantangan Operasi Ketupat tak hanya menjaga situasi tetap kondusif, tetapi juga memastikan keselamatan jutaan pemudik yang kembali ke kota dalam waktu bersamaan.

