Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi pertama perdagangan, Rabu, 25 Maret 2026, di zona hijau. Penguatan ini terjadi setelah indeks sempat dibuka melemah di awal perdagangan, mencerminkan respons pasar yang mulai stabil di tengah dinamika global.
Pada penutupan sesi I, IHSG tercatat menguat 1,30 persen ke level 7.199. Kenaikan ini terutama ditopang oleh sektor energi dan industri yang mencatatkan penguatan signifikan, di tengah meningkatnya minat investor terhadap saham-saham berbasis komoditas.
Kepala Analis Ritel MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa penguatan indeks didorong oleh sektor-sektor unggulan. “Pergerakan IHSG pada sesi 1 hari ini (25/3) ditutup di zona hijau, menguat 1,30% di 7,199 meskipun sempat dibuka melemah. Kami mencermati penguatan IHSG didorong oleh sektor energi yang menguat 3,91% dan industrial yang menguat 3,74%,” ujarnya.
Selain itu, pergerakan investor asing turut memberi sentimen positif. Herditya mencatat adanya akumulasi pada sejumlah saham tambang. “Di sisi lain, nampak asing masih mengakumulasi BUMI, BRMS, dan DEWA yang menguat hari ini,” kata Herditya.
Secara eksternal, pelaku pasar masih mencermati perkembangan geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah. Herditya menilai, arah pasar masih akan sangat dipengaruhi oleh dinamika tersebut. “Dari sisi sentimen, kami perkirakan investor masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah, dimana terdapat ruang terbuka untuk negosiasi antara AS dan Iran untuk menuju jalan kesepakatan perdamaian,” ujarnya.
Dengan kombinasi sentimen global dan pergerakan sektoral, IHSG berpotensi melanjutkan volatilitas pada sesi berikutnya. Investor cenderung menahan posisi sambil menunggu kepastian arah geopolitik yang masih menjadi variabel utama pasar.

