London (Tutur.co.id) – Arsenal kembali menjadi sorotan setelah sebuah studi menunjukkan klub asal London itu menjadi salah satu tim yang paling diuntungkan keputusan VAR sepanjang musim Premier League 2025/2026. Perdebatan tersebut menguat seusai kemenangan 1-0 Arsenal atas West Ham United yang diwarnai keputusan kontroversial VAR pada menit-menit akhir.
Dalam laga di London Stadium, Minggu (9/5/2026), West Ham sempat mencetak gol penyeimbang melalui Callum Wilson pada masa injury time. Namun, wasit Chris Kavanagh membatalkan gol tersebut setelah tinjauan VAR menunjukkan adanya pelanggaran terhadap kiper Arsenal David Raya dalam proses terjadinya gol.
Keputusan itu memastikan Arsenal menang 1-0 lewat gol Leandro Trossard dan memperlebar jarak menjadi lima poin di puncak klasemen sementara Premier League. Hasil tersebut sekaligus membuat Arsenal semakin dekat dengan gelar juara Liga Inggris musim ini.
Setelah pertandingan, muncul laporan studi dari AceOdds yang menghitung perubahan klasemen Premier League apabila VAR tidak digunakan sepanjang musim ini. Dalam laporan tersebut, Arsenal disebut memperoleh tambahan lima poin dari sejumlah keputusan VAR dan hanya ada dua klub yang dinilai lebih diuntungkan dibanding The Gunners.
Menurut simulasi itu, tanpa VAR Arsenal hanya unggul satu poin atas Manchester City, bukan lima poin seperti kondisi klasemen saat ini. Manchester City disebut hanya mendapat tambahan satu poin dari keputusan VAR sepanjang musim.
Perdebatan mengenai keputusan VAR dalam laga West Ham kontra Arsenal pun terus berkembang. Kapten West Ham Jarrod Bowen mempertanyakan konsistensi aturan, khususnya terkait duel fisik di kotak penalti. Bowen juga menilai kontak fisik di area penalti merupakan bagian normal dari sepak bola Inggris.
“Kalau melihat layar selama lima menit, pasti akan menemukan sesuatu. Premier League itu fisik. Orang-orang menyukai sepak bola Inggris karena itu,” kata Bowen kepada BBC.
Di sisi lain, pelatih Arsenal Mikel Arteta membela keputusan wasit dan VAR. Menurut dia, keputusan tersebut menunjukkan beratnya tanggung jawab wasit dalam pertandingan dengan dampak besar terhadap perebutan gelar maupun persaingan degradasi.
“Ini bisa menentukan sejarah dua klub besar,” kata Arteta.
Mantan pemain Manchester United Gary Neville bahkan menyebut keputusan VAR dalam pertandingan itu sebagai salah satu momen paling penting dalam sejarah Premier League modern.
“Ini adalah momen terbesar dalam sejarah VAR di Premier League,” ujar Neville di Sky Sports.
Perdebatan mengenai VAR sendiri terus menjadi isu besar di Premier League musim ini. Survei kelompok pendukung sepak bola Inggris yang dikutip Reuters menunjukkan sekitar 75 persen suporter menilai penggunaan VAR masih menimbulkan terlalu banyak kontroversi dalam pertandingan.

