Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Health»Antara Hujan, Ngantuk, dan Produktivitas: Otak Kita Mendadak Rebahan Mode?

Antara Hujan, Ngantuk, dan Produktivitas: Otak Kita Mendadak Rebahan Mode?

Health Tia Syifa Ademira24 Januari 2026 / 07:24 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Hujan dan makan berlebih memicu ngantuk dan rasa malas. (Foto:Tutur/Ilustrasi AI)
Hujan dan makan berlebih memicu ngantuk dan rasa malas. (Foto:Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Di penghujung Januari, hujan seolah mengambil alih ritme hidup banyak orang. Seperti yang terjadi di Jakarta, Jumat (23/1/2026), langit kelabu dan hujan yang turun nyaris sepanjang hari, bukan saja melahirkan kemacetan yang masif, tapi juga  menciptakan satu godaan kolektif: rebahan tanpa rasa bersalah. Udara dingin, suara rintik hujan, dan cahaya redup adalah kombinasi sempurna yang membuat kelopak mata terasa semakin berat. Rebahan mode on.

Jika Anda merasa produktivitas mendadak merosot saat hujan, tenang—Anda tidak sedang malas. Psikologi modern justru menjelaskan bahwa kondisi ini adalah respons alami tubuh dan otak.

Kenapa Hujan Membuat Kita Ngantuk?

Dalam psikologi lingkungan (environmental psychology), cuaca berpengaruh langsung terhadap suasana hati dan tingkat kewaspadaan. Minimnya cahaya matahari saat hujan menurunkan produksi serotonin—zat kimia otak yang berkaitan dengan energi dan motivasi—serta meningkatkan melatonin, hormon yang memicu rasa kantuk. Tak heran jika hujan sering terasa seperti “izin alam” untuk melambat.

Masalahnya, dunia tidak ikut berhenti. Deadline tetap berjalan, pekerjaan tetap menunggu. Kabar baiknya, ada cara sederhana untuk “membangunkan” otak tanpa harus melawan alam secara brutal.

Cara Mengusir Ngantuk Saat Hujan Berdasarkan Psikologi Modern

1. Minum Air Putih: Bangunkan Otak dari Dalam

Dehidrasi ringan saja sudah cukup untuk menurunkan konsentrasi dan kewaspadaan. Menurut riset dalam cognitive psychology, kurang cairan membuat otak bekerja lebih lambat dan mudah lelah. Minum air putih bukan sekadar rutinitas sehat, tapi juga sinyal biologis bagi tubuh bahwa ia masih harus aktif.

2. Bergerak Sedikit, Efeknya Besar

Tak perlu olahraga berat. Dalam teori behavioral activation, gerakan kecil bisa memicu perubahan besar pada kondisi mental. Peregangan ringan, berdiri sejenak, atau berjalan beberapa langkah memberi sinyal pada sistem saraf bahwa tubuh sedang “on duty”, sehingga energi dan fokus perlahan meningkat.

Baca Juga  H-8 Ramadan: Checklist 'Bumbu Dasar' dan Lauk Beku yang Wajib Ada di Freezer Pekan Ini

3. Cuci Muka dengan Air Dingin

Ini bukan mitos turun-temurun. Air dingin memicu respons fisiologis yang disebut orienting response—reaksi alami otak terhadap rangsangan mendadak. Hasilnya? Kewaspadaan meningkat dan rasa kantuk sedikit demi sedikit menghilang.

4. Makan Secukupnya, Jangan Terjebak Food Coma

Saat hujan, keinginan makan memang cenderung meningkat. Tubuh mencoba mempertahankan suhu dengan membakar lebih banyak energi. Namun, makan berlebihan—terutama karbohidrat dan lemak—dapat memicu food coma, kondisi di mana energi justru turun drastis.

Dari sudut pandang psikologi fisiologis, pencernaan berat menyedot aliran darah ke sistem cerna dan mengurangi suplai ke otak. Akibatnya: mengantuk, lesu, dan sulit fokus. Solusinya sederhana—makan cukup, bukan berlebih.

Produktif Bukan Berarti Melawan Tubuh

Psikologi kontemporer menekankan pentingnya self-regulation: kemampuan mengelola energi, bukan memaksanya. Mengantuk saat hujan bukan kelemahan, melainkan sinyal tubuh yang perlu disiasati dengan cerdas.

Daripada menyerah pada rasa malas, lebih baik bernegosiasi dengan tubuh—beri ia air, sedikit gerak, asupan yang pas, dan rangsangan ringan. Dengan begitu, hujan tak lagi jadi alasan menurunkan produktivitas, melainkan latar yang bisa tetap bersahabat.

Jaga kesehatan di musim hujan ini, dan ingat: produktif bukan soal memaksa diri, tapi tahu kapan dan bagaimana mengaktifkan kembali energi.

food coma hujan ngantuk psikologi modern tutur
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleOperasi SAR Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dinyatakan Selesai
Next Article Lima Lokasi Pelayanan SIM Keliling Sabtu 24 Januari 2026

Berita Lainnya

Resep MPASI untuk Bayi 6 Bulan ke Atas, Lengkap dengan Panduan Pemberian yang Tepat

24 Juni 2026 / 09:22 WIB

Jengkol dan Petai Mana yang Lebih Sehat? Kenali Perbedaan hingga Penyebab Bau Khasnya

23 Juni 2026 / 09:46 WIB

7 Cara Menghilangkan Bau Amis pada Ikan dengan Bahan Sederhana, Mudah Dipraktikkan di Rumah

20 Juni 2026 / 09:22 WIB

Broken Home: Luka Keluarga yang Tak Selalu Terlihat, Tapi Berdampak Panjang

19 Juni 2026 / 09:14 WIB

Leunca, Lalapan Khas Sunda yang Disukai Banyak Orang, Ternyata Kaya Nutrisi

18 Juni 2026 / 09:02 WIB

5 Minuman yang Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Bukan Pembakar Lemak Instan

17 Juni 2026 / 09:11 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Swasembada Pangan Membuat Indonesia Selamat dari Krisis Global

Deba Salamah10 Maret 2026 / 08:15 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.