Jakarta (tutur.co.id)- Kanker sering menjadi topik yang menimbulkan banyak kekhawatiran. Sayangnya, di tengah banyaknya informasi yang beredar, masih ada sejumlah mitos tentang kanker yang dipercaya oleh masyarakat. Padahal, pemahaman yang keliru bisa membuat seseorang salah mengambil keputusan terkait kesehatan.
Kanker sendiri merupakan penyakit yang terjadi ketika sel-sel di dalam tubuh tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal medis CA: A Cancer Journal for Clinicians, kanker didefinisikan sebagai “sekelompok penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel abnormal yang dapat menyerang atau menyebar ke bagian tubuh lainnya.”
Penyakit ini bisa menyerang berbagai bagian tubuh dan sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Agar tidak salah kaprah, berikut beberapa mitos tentang kanker yang masih sering dipercaya.
1. Kanker selalu berakhir dengan kematian
Banyak orang menganggap kanker pasti berujung pada kematian. Faktanya, tidak semua kanker berakhir seperti itu. Kemajuan teknologi medis membuat banyak jenis kanker kini dapat diobati, terutama jika terdeteksi sejak tahap awal.
Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, peluang kesembuhan bahkan bisa sangat tinggi pada beberapa jenis kanker.
2. Jika tidak ada riwayat keluarga, berarti aman dari kanker
Riwayat keluarga memang dapat meningkatkan risiko kanker, tetapi bukan satu-satunya faktor. Banyak orang yang terkena kanker meski tidak memiliki anggota keluarga dengan penyakit serupa.
Faktor gaya hidup seperti merokok, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, serta paparan lingkungan juga dapat memengaruhi risiko seseorang terkena kanker.
3. Benjolan pada tubuh pasti kanker
Tidak semua benjolan adalah kanker. Banyak benjolan yang bersifat jinak dan tidak berbahaya. Namun, benjolan yang muncul secara tiba-tiba, membesar, atau terasa berbeda tetap perlu diperiksa oleh tenaga medis.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah benjolan tersebut berbahaya atau tidak.
4. Kanker hanya menyerang orang tua
Meskipun risiko kanker meningkat seiring bertambahnya usia, penyakit ini sebenarnya dapat terjadi pada siapa saja, termasuk orang yang masih muda.
Beberapa jenis kanker bahkan cukup sering ditemukan pada usia produktif. Karena itu, menjaga gaya hidup sehat tetap penting dilakukan sejak dini.
5. Konsumsi gula membuat kanker semakin cepat tumbuh
Ada anggapan bahwa makan gula dapat langsung “memberi makan” sel kanker. Faktanya, semua sel dalam tubuh, baik sel normal maupun sel kanker—menggunakan gula sebagai sumber energi.
Mengurangi konsumsi gula memang baik untuk kesehatan secara umum, tetapi bukan berarti gula secara langsung menyebabkan kanker tumbuh lebih cepat.
Mengetahui fakta yang benar tentang kanker membantu Anda tidak mudah percaya pada informasi yang keliru. Jika Anda merasakan perubahan pada tubuh yang tidak biasa, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

