Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Makro»Waspadai Dampak Perang AS–Israel vs Iran, Ekonom Soroti Ancaman Defisit APBN

Waspadai Dampak Perang AS–Israel vs Iran, Ekonom Soroti Ancaman Defisit APBN

Makro Adi P09 Maret 2026 / 11:23 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Satu dari 45 armada kapal milik Pertamina Patra Niaga disiagakan untuk mengamankan pasokan energi dari Indonesia Timur hingga Barat seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dan sektor industri selama ramadan-lebaran (Foto: Pertamina.com)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dinilai berpotensi memicu guncangan ekonomi global, terutama jika berdampak pada penutupan Selat Hormuz. Jalur sempit di Teluk Persia itu selama ini menjadi salah satu titik paling strategis dalam perdagangan energi dunia.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance, Hakam Naja, mengingatkan bahwa gangguan di Selat Hormuz akan meningkatkan tensi geopolitik sekaligus memperluas dampak perang hingga ke berbagai negara. “Penutupan Selat Hormuz yang merupakan titik sempit (choke point) di Teluk Persia akan meningkatkan tensi dan eskalasi serta dampak perang tidak hanya di Timur Tengah tapi juga di seluruh dunia. Mengingat sekitar 20 persen suplai minyak dunia melewati Selat Hormuz,” kata Hakam dalam keterangan tertulis kepada redaksi Tutur, Senin 9 Maret 2026.

Ekonom Hakam Naja dari INDEF. (Foto:Tutur/Dok. Pribadi)

Lonjakan harga minyak dunia menjadi salah satu risiko langsung dari eskalasi tersebut. Hakam mencatat harga minyak kini telah menyentuh sekitar 92 dolar Amerika Serikat per barel, tertinggi sejak 2020. Padahal dalam asumsi makro Pemerintah Indonesia dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2026, harga minyak dipatok sekitar 70 dolar per barel.

Menurut dia, kenaikan harga minyak memiliki implikasi besar terhadap kondisi fiskal negara. “Kenaikan satu dolar per barel minyak akan menaikkan defisit sebesar Rp6,8 triliun,” ujar Hakam. Jika harga minyak terus naik hingga mendekati 100 dolar per barel, ia memperkirakan defisit APBN terhadap produk domestik bruto bisa mendekati 4 persen.

Angka itu berpotensi melampaui batas defisit yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, yang mematok defisit maksimal 3 persen dari PDB. Karena itu, Hakam menilai pemerintah perlu menyiapkan sejumlah langkah antisipatif jika konflik di Timur Tengah terus berlanjut.

Baca Juga  Purbaya: Risiko Darurat Energi Bukan di APBN, tapi Gangguan Suplai
apbn Defisit Ekonomi RI headline INDEF Makro Perang Iran tutur
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah dan Outlook Fitch Tekan Pasar
Next Article Usul Ekonom: Batalkan Perjanjian Dagang RI–AS di Tengah Lonjakan Harga Minyak

Berita Lainnya

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Tim SAR Dikerahkan ke Lokasi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Deba Salamah27 April 2026 / 22:45 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.