Lumajang (tutur.co.id) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Lumajang dalam beberapa hari terakhir memicu bencana longsor di jalur penghubung antar kecamatan. Merespons situasi darurat tersebut, Polres Lumajang Polda Jatim melalui Polsek Tempursari langsung tergerak bersama masyarakat bergotong royong melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak.
Puluhan personel kepolisian bahu-membahu dengan warga setempat memasang ratusan bronjong darurat yang terbuat dari sak-sak berisi pasir. Bronjong tersebut dipasang di titik longsor yang berada di ruas jalan penghubung Kecamatan Tempursari menuju Pronojiwo. Langkah cepat ini diambil untuk menstabilkan tebing yang rapuh dan mencegah terjadinya longsor susulan yang berpotensi memutus akses jalan sepenuhnya.
Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar melalui Kapolsek Tempursari Iptu Sukirno menjelaskan bahwa pemasangan bronjong merupakan upaya darurat yang paling memungkinkan dilakukan saat ini. Langkah ini dinilai efektif untuk memperkuat struktur tebing dan menahan pergerakan tanah, terutama ketika curah hujan kembali tinggi.
“Kami bersama warga melaksanakan kerja bakti memasang bronjong sebagai langkah penanganan darurat. Ini untuk memperkuat tebing dan menahan pergerakan tanah agar tidak terjadi longsor susulan,” jelas Iptu Sukirno di sela-sela kegiatan.
Akibat peristiwa tanah longsor tersebut, arus lalu lintas di jalur Pronojiwo–Tempursari sempat terganggu. Untuk mengantisipasi kepadatan dan menjamin keselamatan pengendara, petugas kepolisian memberlakukan sistem buka tutup secara manual. Kendaraan roda empat diperbolehkan melintas secara bergantian dengan pengawasan ketat dari personel di lapangan.
“Kami terapkan sistem buka tutup demi keselamatan pengguna jalan. Personel kami siagakan untuk mengatur arus lalu lintas dan memastikan kendaraan melintas secara bergantian,” tambahnya.
Diketahui, longsor pertama kali terjadi pada Minggu (1/3/2026) malam di ruas jalan Desa Kaliuling menuju Desa Pundungsari, Kecamatan Tempursari. Material tanah longsor menyebabkan bahu jalan ambrol dan sebagian badan jalan tergerus. Berdasarkan pendataan di lapangan, longsoran memiliki kedalaman sekitar 8 meter, dengan panjang kurang lebih 6 meter dan lebar sekitar 2 meter. Kondisi ini tentu sangat membahayakan pengguna jalan, terutama di malam hari atau saat hujan.
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur rawan longsor, khususnya di musim penghujan seperti sekarang. Pengendara diminta untuk selalu mengurangi kecepatan, mematuhi segala arahan petugas di lapangan, dan tidak memaksakan diri untuk melintas apabila kondisi cuaca sedang tidak bersahabat.
Polres Lumajang terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan yang lebih permanen. Upaya ini dilakukan agar akses jalur penghubung antar kecamatan yang vital bagi mobilitas warga dan perekonomian tersebut dapat segera kembali normal dan aman untuk dilalui. (sas)

