Jakarta (tutur.co.id) — Film Bumi Manusia karya sastrawan besar Pramoedya Ananta Toer akan hadir dalam versi lebih panjang bertajuk “Bumi Manusia Extended”, yang menghidupkan kembali kisah Minke, Annelies, dan Nyai Ontosoroh dengan narasi yang lebih mendalam.
Versi terbaru yang digarap sutradara Hanung Bramantyo ini akan ditayangkan dalam format serial enam bagian, memberikan ruang lebih luas bagi cerita untuk berkembang dibanding versi film layar lebar sebelumnya.
Hanung mengatakan format extended memberi kesempatan menghadirkan kisah yang lebih utuh.
“Sejak awal saya menyadari bahwa Bumi Manusia adalah semesta besar. Dalam versi extended ini, kami bisa menghadirkan detail relasi, pergulatan identitas, serta ketegangan kolonialisme yang sebelumnya harus dipadatkan,” ujar Hanung dalam keterangannya, Kamis. “Ini bukan sekadar tambahan durasi, tetapi pendalaman rasa.”
Dalam versi extended ini, sejumlah adegan yang sebelumnya tidak sempat ditampilkan kini mendapat ruang. Dialog menjadi lebih dalam, emosi para tokoh lebih terasa, dan lapisan sosial-politik yang menjadi inti karya Pramoedya ditampilkan lebih kaya.
Perwakilan keluarga Pramoedya, Astuti Ananta Toer, menyambut baik proyek tersebut karena dinilai dapat menjembatani karya sang sastrawan dengan generasi baru.
“Keluarga melihat ini sebagai upaya menjaga nyala karya Bapak agar tetap relevan dan menjangkau generasi muda,” ujarnya. “Semoga melalui format serial ini semakin banyak yang membaca kembali novelnya dan memahami gagasan tentang kemanusiaan, keadilan, dan harga diri.”
Serial “Bumi Manusia Extended” diproduksi oleh Falcon Pictures dan akan tayang eksklusif di platform OTT KlikFilm selama libur Lebaran 2026. Episode akan dirilis dua kali dalam sepekan, setiap Senin dan Kamis, dengan episode perdana mulai tayang pada 5 Maret 2026.
Direktur KlikFilm Frederica mengatakan perilisan ini juga menjadi bagian dari perayaan satu abad kelahiran Pramoedya.
“Perilisan ini dalam rangka perayaan seabad Pram. Kami percaya karya sebesar Bumi Manusia memiliki jiwa yang tidak cukup hanya diceritakan dalam satu format,” ujarnya. “Versi extended ini memberi ruang kontemplasi yang lebih luas bagi penonton untuk menyelami pemikiran Pramoedya.”

