Teheran (Tutur.co.id) – Rakyat Iran berduka. Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam sebuah serangan sporadis yang dilancarkan militer Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari 2026. Berikut sepak terjang Ayatollah Ali Khamenei hingga namanya dikenal luas.
Pemilik nama lengkap Sayyid Ali Hosseini Khamenei ini lahir pada 19 April 1929 di Mashhad Iran. Ia lahir dari keluarga ulama sederhana. Ayahnya Javad Khamenei adalah seorang cendekiawan Islam.
Ayatollah Khamenei belajar agama di seminari-seminari besar Syiah di Qom dan Najaf, dua pusat keilmuan Syiah di Iran dan Irak. Layaknya aktifis, masa mudanya juga dipenuhi dengan aksi-aksi perlawanan terhadap kekuasaan Shah Iran.
Bahkan ia juga telah mengalami beberapa kali penangkapan, termasuk pengasingan pada tahun 1960–1970an.
Sejak 1989, ia menjadi Pemimpin Tertinggi Iran (Supreme Leader), jabatan tertinggi di negara itu yang berhak mengendalikan politik, militer, media, dan kebijakan luar negeri.
Karier politik
Tahun 1979: Terlibat penting dalam Revolusi Islam yang menggulingkan Shah Mohammad Reza Pahlavi.
Tahun 1981–1989: Menjabat Presiden Iran dua periode; dalam masa ini otoritas eksekutif sebenarnya dipegang oleh Perdana Menteri, tapi pengaruhnya tetap kuat.
Tahun 1989: Diangkat menjadi Pemimpin Tertinggi Iran setelah wafatnya Ayatollah Ruhollah Khomeini — meski awalnya belum memenuhi syarat clerical tertinggi, konstitusi diubah untuk memuluskan pengangkatannya.
Fakta-fakta Menarik
- Pernah selamat dari upaya pembunuhan pada 1981 ketika sebuah bom disembunyikan di dalam tape recorder meledak di dekatnya, membuat lengan dan paru-parunya cedera permanen.
- Meskipun posisi Presiden sempat dipegangnya, kekuasaan sebenarnya baru terpusat kuat ketika menjadi Pemimpin Tertinggi.
- Banyak sumber menyebutnya sebagai figur yang lebih berkuasa dari presiden Iran, karena memiliki hak veto atas kebijakan publik dan menunjuk kandidat pejabat penting.
- Keluarganya, terutama melalui struktur ekonomi tertentu seperti Execution of Imam Khomeini’s Order, dilaporkan memiliki kekayaan signifikan—dengan perkiraan nilai total puluhan miliar dolar di bawah kontrol keluarga dan lembaga yang terkait.
- Khamenei dikenal sebagai pendukung kebijakan luar negeri anti-Barat, terutama terhadap Amerika Serikat dan Israel, serta mendukung sekutu-sekutu Iran di kawasan seperti Hezbollah di Lebanon.
Akhir Masa Kepemimpinan
Laporan berita internasional terkini menyatakan bahwa Ayatollah Ali Khamenei telah wafat pada 28 Februari 2026 pada usia 86 tahun, akibat serangan udara bersama yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Tehran. Kematian ini akhirnya dikonfirmasi oleh Iran dan memicu krisis kepemimpinan serta masa berkabung nasional di Iran.
Warisan dan Kontroversi
Khamenei meninggalkan warisan yang kompleks: dianggap sebagai simbol ketegasan ideologis dan kedaulatan Iran oleh pendukungnya, tapi juga dikenang oleh banyak pihak sebagai figur otoriter yang menekan kebebasan sipil dan mendelegitimasi oposisi domestik.

