Karawang, Jawa Barat (tutur.co.id)— Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut dukungan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dalam pembiayaan operator data desa menjadi kunci penguatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Menteri Desa, Pak Yandri, telah memberikan dukungan untuk menghadirkan dan membiayai operator data desa, termasuk pemberian gaji. Ini sangat berarti bagi kami, karena pengambilan kebijakan sangat bergantung pada siapa yang memasukkan data,” ujar Gus Ipul dalam sosialisasi DTSEN di Karawang, seperti dilansir Antara, Kamis.
Ia menegaskan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Kemensos membuka partisipasi luas masyarakat dalam pemutakhiran data karena masih ditemukan kekurangan dan error.
“Dari hari ke hari, tingkat kesalahan terus menurun, terlebih jika masyarakat semakin sadar dan aktif terlibat,” katanya.
Perbaikan DTSEN merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 guna memastikan bantuan sosial tepat sasaran. Gus Ipul menekankan, “Data yang akurat akan menghadirkan keadilan dan memastikan tidak ada lagi yang tersisih.”
Sementara itu, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto memastikan pemutakhiran data dilakukan dari tingkat RT/RW dan diverifikasi secara transparan.
“Dengan mekanisme ini, tidak ada lagi ‘kongkalikong’ data di tingkat desa. Kuncinya ada di desa, yang jumlahnya 75.266 di seluruh Indonesia,” ujar Yandri.
Ia menambahkan, kolaborasi Kemensos dan Kemendes PDT diharapkan membuat DTSEN semakin akurat dan adil bagi masyarakat penerima bantuan.

