Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Dari Meja Bisnis ke Meja Perdamaian: Langkah Senyap Prabowo di Washington

Dari Meja Bisnis ke Meja Perdamaian: Langkah Senyap Prabowo di Washington

Internasional Toto Pribadi19 Februari 2026 / 12:56 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menghadiri sesi roundtable pada Business Summit yang digelar di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/02/2026) (Foto: Setneg)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (Tutur.co.id) – Kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam sesi roundtable Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/02/2026), bukan sekadar agenda ekonomi biasa. Di balik forum bisnis itu, terselip pesan yang lebih luas: Indonesia ingin memainkan peran ganda—sebagai kekuatan ekonomi yang diperhitungkan sekaligus aktor diplomasi perdamaian global.

Mengawali sambutannya, Presiden Prabowo menekankan arti penting momentum tersebut dalam hubungan Indonesia–Amerika Serikat.

“Saya sangat senang berada di Washington DC pada momen yang sangat penting dalam hubungan antara Indonesia dan Amerika Serikat. Ini merupakan suatu kehormatan besar bagi saya untuk diundang ke sini, berada di antara Anda, para pemimpin bisnis dari Amerika Serikat dan Indonesia,” ucap Presiden.

Namun yang menarik, kunjungan ini tidak semata tentang investasi, perdagangan, atau ekspansi bisnis. Prabowo mengungkap bahwa kehadirannya di Washington DC juga memenuhi undangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

“Seperti yang Anda ketahui, saya diundang oleh Presiden Amerika Serikat untuk, saya rasa, pertemuan Dewan Perdamaian yang sangat penting,” tutur Presiden.

Presiden Prabowo tampaknya sedang menggeser posisi diplomasi ekonominya menjadi diplomasi strategis. Forum bisnis dijadikan pintu masuk untuk memperkuat posisi politik luar negeri, terutama dalam isu sensitif seperti konflik di Gaza.

Presiden Prabowo menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan pertemuan resmi pertama Dewan Perdamaian yang dibentuk untuk memastikan implementasi dan keberlanjutan gencatan senjata di Gaza. Dalam konteks ini, Indonesia tidak hadir sebagai penonton, melainkan sebagai negara dengan sikap konsisten terhadap Palestina.

“Kami berupaya untuk terus membuka jalan menuju solusi nyata dan abadi untuk masalah Palestina,” katanya.

Langkah ini memperlihatkan strategi yang lebih komprehensif: membangun kepercayaan investor sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia punya kredibilitas moral dan politik di panggung internasional. Di satu sisi, Indonesia menawarkan stabilitas ekonomi dan peluang investasi. Di sisi lain, Indonesia membawa pesan kemanusiaan dan komitmen terhadap perdamaian global.

Baca Juga  Iran Bantah Terlibat dalam Insiden Kapal Korsel di Selat Hormuz

Partisipasi Presiden Prabowo dalam forum ini mempertegas pendekatan diplomasi yang tidak lagi terkotak antara ekonomi dan politik. Keduanya berjalan beriringan. Indonesia ingin dilihat bukan hanya sebagai pasar besar atau mitra dagang, tetapi juga sebagai mitra strategis yang mampu menjembatani kepentingan ekonomi dengan stabilitas global.

Jika langkah ini konsisten dijalankan, maka kunjungan ke Washington DC kali ini bisa menjadi titik awal reposisi Indonesia: dari sekadar emerging market menjadi emerging mediator—negara yang bertumbuh secara ekonomi sekaligus berani mengambil peran dalam isu-isu perdamaian dunia.

Amerika Serikat headline kunjungan Prabowo ke AS Palestina Presiden Prabowo Subianto
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePrabowo Pamer MBG dan Danantara di Depan Pengusaha Amerika Serikat
Next Article Prabowo Tegaskan Indonesia Aman untuk Investasi

Berita Lainnya

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB
Form Komentar Cancel Reply

KPK Bicara Soal Lemahnya Kaderisasi Partai, Mahar Politik hingga Korupsi

Toto Pribadi25 April 2026 / 12:59 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.