Aceh Tamiang (Tutur.co.id) – Ratusan santri di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Aceh Tamiang, menyambut Ramadan dengan suka cita setelah menerima dua ekor sapi berukuran jumbo sebagai sedekah dari Presiden Prabowo Subianto. Sudah tidak terlihat kesedihan akibat bencana yang menimpa mereka.
Dua ekor sapi berukuran besar diantar menggunakan mobil bak menuju halaman Ponpes Darul Mukhlisin. Selanjutnya kedua sapi tersebut disembelih dan dipotong menjadi beberapa bagian. Dagingnya kemudian didistribusikan kepada para santri serta pengurus pondok pesantren.
Tradisi pembagian daging ini merupakan bagian dari budaya Meugang, warisan turun-temurun masyarakat Aceh yang dilaksanakan setiap tahun. Tradisi memasak daging sapi atau kerbau sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan menjelang bulan suci Ramadan.
Pimpinan Ponpes Darul Mukhlisin, Ustaz Mulkana, bersyukur atas sedekah tersebut karena para santri dan pengajar dapat merasakan tradisi Meugang meski di tengah keterbatasan pascabencana banjir yang melanda wilayah tersebut pada November lalu.
“Ketika mengajak santri ke pondok ini, kami sempat berpikir. Nanti seperti apa kami melaksanakan Meugang? Apakah anak-anak akan melewati Meugang? Jadi alhamdulillah, ini pengalaman pertama buat kami,” ujar Mulkana ditemui di lokasi, Selasa (17/2/2026).
Ia menambahkan daging dari kedua sapi tersebut telah dibagikan kepada lebih dari 200 santri dan lebih dari 50 anggota dewan guru di pondok tersebut. Menurutnya, bantuan itu bukan hanya melengkapi tradisi, tetapi juga menjadi suntikan semangat untuk menjalankan ibadah sepanjang Ramadan.
“Mudah-mudahan apa yang dimakan nanti akan menjadi energi yang menguatkan ibadah mereka dan semangat menyambut Ramadan. Ini karena Meugang tidak pernah terlewatkan oleh kami, warga Aceh. Mudah-mudahan ini menjadi amal jariah dan menjadi berkah juga,” pungkasnya.

