Jakarta (tutur.co.id) — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk membahas kesiapan angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi, khususnya di wilayah DKI Jakarta yang menjadi salah satu titik pergerakan tertinggi nasional.
“Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu provinsi dengan pergerakan masyarakat tertinggi secara nasional,” kata Dudy di Jakarta, Rabu. Ia menekankan perlunya koordinasi pusat dan daerah agar arus mudik dan balik berjalan aman serta lancar.
Dudy meminta Pemprov DKI menyiapkan Posko Pelayanan dan Monitoring Angkutan Lebaran 2026, melakukan ramp check armada dan pemeriksaan kesehatan pengemudi, serta memperkuat layanan angkutan feeder menuju simpul transportasi.
Sementara itu, Pramono menyatakan Pemprov DKI siap mendukung kelancaran angkutan Lebaran melalui penguatan pengawasan lalu lintas, penyediaan petugas di titik rawan kemacetan, serta penambahan fasilitas di simpul transportasi.
Berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026, lalu lintas keluar Jakarta selama H-10 hingga H+11 diproyeksikan mencapai 3,67 juta kendaraan, dengan puncak arus mudik pada 18 Maret 2026 sebanyak 259.000 kendaraan. Adapun arus balik diperkirakan 3,54 juta kendaraan, dengan puncak pada 24 Maret 2026 sekitar 285.000 kendaraan.

