Surabaya (tutur.co.id) – Laut tengah surut di Pantai Kenjeran, Surabaya, ketika dua anak kecil terjebak di hamparan lumpur tebal yang tampak jinak, namun tak memberi ampun. Kaki mereka tertanam, tubuh tak mampu bergerak. Di tepi pantai, waktu seperti berhenti.
Personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Jawa Timur yang sedang berjaga segera merespons. Bharada Nevan, staf Renmin Dit Polairud Polda Jatim, melangkah ke lumpur, menarik keduanya perlahan agar tak kian terperosok. Beberapa menit kemudian, dua anak itu berhasil dievakuasi—kotor oleh lumpur, namun selamat.
Kepala Bagian Penerangan Umum Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago mengapresiasi kesigapan tersebut. “Ini wujud nyata kehadiran Polri dalam melindungi dan melayani masyarakat,” ujarnya.
Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa pesisir bukan sekadar ruang rekreasi. Di balik laut yang surut dan angin yang tenang, alam menyimpan risiko. Kewaspadaan—dan respons cepat—sering kali menjadi batas tipis antara bahaya dan keselamatan.

