Jakarta (Tutur.co.id) – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada November 2025 sebesar 4,74 persen, terus menurun sejak Agustus 2024. Dari total 155,27 juta angkatan kerja, sebanyak 147,91 juta bekerja dan 7,35 juta menganggur.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Agustus 2024, angka pengangguran sebesar 4,91 persen. Kemudian menurun menjadi 4,76 persen pada Februari 2025. Angka kembali naik ke 4,85 persen pada Agustus 2025, dan menurun lagi di November 2025.
BPS juga mencatat pada Agustus hingga November 2025, jumlah angkatan kerja bertambah 1,26 juta orang. Sedangkan penyerapan tenaga kerja bertambah sebanyak 1,37 juta orang, sehingga jumlah pengangguran berkurang 109 ribu orang.
Dari 147,91 juta orang yang bekerja, sebanyak 100,49 juta di antaranya merupakan pekerja penuh waktu yang bekerja setidaknya 35 jam dalam seminggu.
“Tiga lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbanyak adalah pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan,” kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Amalia memaparkan, sebanyak 27,99 persen penduduk bekerja terserap di sektor pertanian. Sektor perdagangan menyerap 18,67 persen tenaga kerja. Sedangkan industri pengolahan menyerap 13,86 persen tenaga kerja.
Pada Agustus-November 2025, lapangan usaha akomodasi dan makan minum, industri pengolahan, dan perdagangan menjadi lapangan usaha yang mengalami peningkatan tenaga kerja tertinggi, yaitu masing-masing sekitar 381 ribu orang, 196 ribu orang, dan 168 ribu orang.
Proporsi penduduk yang bekerja pada kegiatan formal pun terus mengalami peningkatan dari 40,83 persen pada Februari 2024, 42,05 persen pada Agustus 2024, 40,60 persen di Februari 2025, 42,20 persen pada Agustus 2025, menjadi 42,30 persen di November 2025.

