Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Daerah»Batasi Penggunaan HP di Sekolah, Pemkot Surabaya Perkuat Pembentukan Karakter dan Disiplin Siswa

Batasi Penggunaan HP di Sekolah, Pemkot Surabaya Perkuat Pembentukan Karakter dan Disiplin Siswa

Daerah Sasha Widiawati30 Januari 2026 / 01:36 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pemkot Surabaya membatasi penggunaan HP di sekolah. Kebijakan ini dinilai efektif meningkatkan interaksi, disiplin, dan karakter siswa.
Pemkot Surabaya membatasi penggunaan HP di sekolah. Kebijakan ini dinilai efektif meningkatkan interaksi, disiplin, dan karakter siswa.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Surabaya (tutur.co.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan gawai atau handphone (HP) di lingkungan sekolah sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter, disiplin, serta interaksi sosial siswa. Kebijakan ini melibatkan peran aktif murid, guru, dan orang tua, serta telah berjalan selama sekitar dua bulan terakhir.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa pembatasan gawai bukan sekadar aturan teknis, melainkan langkah preventif untuk melindungi anak dari paparan konten digital yang tidak sesuai usia. Selain itu, kebijakan ini dirancang untuk mengembalikan esensi pembelajaran tatap muka yang interaktif antara guru dan siswa.

Hasil awal dari penerapan kebijakan tersebut menunjukkan dampak positif. Interaksi antarsiswa meningkat, suasana kelas menjadi lebih hidup, serta kecenderungan siswa untuk menyendiri akibat penggunaan HP berlebihan mulai berkurang. Pemkot Surabaya juga mencatat penurunan kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah, seiring meningkatnya komunikasi dan empati antar peserta didik.

Menurut Eri Cahyadi, tujuan pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kepribadian anak. Sekolah dipandang sebagai ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai tersebut sejak dini, terutama di tengah tantangan era digital.

Selain meningkatkan interaksi sosial, pembatasan penggunaan HP dinilai mampu menciptakan rasa aman dan meningkatkan fokus belajar siswa. Dengan berkurangnya distraksi dari gawai, proses pembelajaran berlangsung lebih efektif dan kondusif.

Kebijakan ini tidak hanya diberlakukan kepada siswa, tetapi juga kepada guru sebagai bentuk keteladanan. Pemkot Surabaya turut melakukan sosialisasi intensif kepada para wali murid melalui pertemuan rutin antara orang tua dan pihak sekolah. Respons orang tua pun dinilai positif karena kebijakan ini dianggap membantu mengontrol penggunaan gawai anak.

Baca Juga  Sapa Bansos Ramadan Berlanjut, Khofifah Salurkan Bantuan Rp13,76 Miliar untuk Warga Pamekasan

Namun demikian, Pemkot Surabaya menilai tantangan terbesar justru berada di lingkungan keluarga. Literasi digital orang tua dinilai masih perlu ditingkatkan agar mampu melakukan pengawasan yang tepat terhadap aktivitas digital anak di rumah. Oleh karena itu, peran orang tua diposisikan sebagai faktor kunci yang melengkapi kebijakan sekolah.

Eri Cahyadi menegaskan bahwa pembatasan HP bukan berarti menolak kemajuan teknologi. Sebaliknya, teknologi harus disikapi secara bijak melalui pengawasan dan pembiasaan yang sehat. Kebijakan ini menjadi bagian dari visi besar menjadikan Surabaya sebagai Kota Ramah Anak, sekaligus menyiapkan generasi pemimpin masa depan yang berkarakter kuat dan memiliki kecerdasan sosial.

Ia juga menekankan bahwa tanggung jawab pendidikan merupakan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga. Sinergi ketiganya diyakini mampu membentuk anak-anak yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.

Ke depan, Pemkot Surabaya berharap kebijakan pembatasan gawai dapat terus memperkuat jiwa sosial, kemampuan berinteraksi, serta kebiasaan penggunaan teknologi yang lebih positif di kalangan pelajar. (sas)

pemkot surabaya ponsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: Kepala BNPB Tinjau Aceh Timur, Pastikan Anak Sekolah dan Huntara Rampung
Next Article Tencent dan Alibaba Cloud Hadirkan Layanan Moltbot, AI Agen Lokal yang Makin Digemari

Berita Lainnya

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Sangihe Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami

15 Juli 2026 / 02:08 WIB

Update Kasus Dokter Icha, Sikap 3 Partai hingga Pemeriksaan 32 Saksi di Polda NTT

14 Juli 2026 / 11:57 WIB

Misi Mencekam di Langit Papua: Tiga Helikopter Tempur Evakuasi Jasad Pilot AS yang Tewas Ditembak KKB

03 Juli 2026 / 10:23 WIB

KKB Bakar Pesawat di Yahokimo, Pilot Dikabarkan Tewas di Lokasi

02 Juli 2026 / 17:06 WIB

Gubernur Jakarta: Gembok Cinta Tepat di Depan Gedung KPK

02 Juli 2026 / 11:14 WIB

Kloter Terakhir Haji 2026 Tiba, Bandara Adi Soemarmo Catat OTP 80 Persen

01 Juli 2026 / 15:51 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Lukai 65 Orang, Ford Terpaksa Recall Mobil Kekar Ini

rizky alfiantiko17 Juni 2026 / 09:06 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.