Aceh Timur (tutur.co.id) — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto kembali turun ke wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Timur, Kamis (29/1). Kunjungan ini menegaskan fokus pemerintah pada pemulihan kehidupan dasar warga, terutama memastikan anak-anak kembali bersekolah dan masyarakat memiliki tempat tinggal layak pascabencana.
Suharyanto yang juga Wakil Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, meninjau langsung kondisi lapangan untuk mengevaluasi dampak genangan lumpur, kerusakan infrastruktur, serta gangguan aktivitas pendidikan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan pemulihan tidak berhenti pada perbaikan fisik semata, melainkan berbasis kebutuhan riil masyarakat terdampak.
Agenda dimulai dengan peninjauan SD Negeri Blang Senong di Desa Meunasah Teungoh, Kecamatan Pante Bidari, yang sebelumnya terdampak lumpur akibat curah hujan tinggi. Sekolah tersebut kini kembali menggelar kegiatan belajar mengajar meski bangunan masih dalam tahap pembersihan.
“Di sana kegiatan belajar mengajar sudah berlangsung meskipun sekolahnya masih rusak,” kata Suharyanto.
Menurut Suharyanto, percepatan pemulihan fasilitas pendidikan menjadi prioritas karena sekolah memiliki peran strategis dalam pemulihan sosial dan psikologis anak-anak pascabencana.
“Nanti Kementerian Pekerjaan Umum dibantu TNI akan membersihkan sisa lumpur dan puing, kemudian Kemendikdasmen akan memperbaiki gedung yang rusak,” ujarnya.
Di halaman sekolah yang masih dipenuhi aktivitas pembersihan oleh personel TNI, Suharyanto menyempatkan diri menyapa para siswa yang belajar di bawah tenda darurat. Ia berbincang dengan anak-anak sekaligus menyerahkan bantuan berupa makanan ringan, susu, dan perlengkapan sekolah sebagai bentuk dukungan moral agar semangat belajar tetap terjaga.
Rangkaian kunjungan dilanjutkan ke Desa Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari, untuk penyerahan simbolis kunci hunian sementara (huntara) serta Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada warga terdampak. Di wilayah ini direncanakan pembangunan 1.451 unit huntara secara insitu, dengan 102 unit telah selesai dibangun dan diserahkan kepada warga.
“Di sini, Kecamatan Pante Bidari, masyarakat lebih banyak yang memilih huntara insitu atau di lokasi awal tempat tinggal mereka. Itu diperbolehkan dan tidak jadi masalah. Dan hari ini sebanyak 102 unit sudah kita serahkan,” kata Suharyanto.
Selain huntara, BNPB juga menyalurkan DTH bagi warga yang memilih menyewa atau tinggal sementara di rumah kerabat. Hingga saat ini, sebanyak 294 rekening telah menerima DTH sebesar Rp1,8 juta dari total 400 pemohon yang telah ditetapkan. “Jika selama tiga bulan huntap belum selesai dibangun, maka BNPB akan mentransfer kembali DTH kepada warga yang berhak,” ujar Suharyanto, menegaskan komitmen negara memastikan warga terdampak tidak kehilangan tempat tinggal selama masa pemulihan.

