Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Finance»Jelang Tutup Tahun, IHSG Masih Bearish, Saham Lapis Dua dan Tiga Mulai Dilirik

Jelang Tutup Tahun, IHSG Masih Bearish, Saham Lapis Dua dan Tiga Mulai Dilirik

Finance Sasha Widiawati29 Desember 2025 / 09:12 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Grafik Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang disiapkan Mirae Asset Sekuritas untuk menganalisis perdagangan Senin 29 Desember 2025. (Sumber: Mirae Asset Sekuritas)
Grafik Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang disiapkan Mirae Asset Sekuritas untuk menganalisis perdagangan Senin 29 Desember 2025. (Sumber: Mirae Asset Sekuritas)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak dalam fase bearish consolidation menjelang penutupan perdagangan akhir tahun 2025. Sejumlah indikator teknikal menunjukkan tekanan masih dominan, di tengah likuiditas pasar yang diperkirakan menipis.

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas M. Nafan Aji Gusta menyatakan, secara teknikal indikator Stochastics K-D dan Relative Strength Index (RSI) masih mengindikasikan sinyal negatif, sementara volume transaksi cenderung menurun.

“Perdagangan bursa tinggal dua hari lagi menuju akhir tahun. Biasanya likuiditas akan lebih tipis, namun pelaku pasar tetap mencermati peluang window dressing dan penyesuaian portofolio akhir tahun,” tulis Aji dalam risetnya, Senin (29/12).

Aji menilai, kondisi tersebut membuka peluang bagi trader untuk memanfaatkan potensi volatilitas yang lebih tinggi pada saham berkapitalisasi kecil dan menengah. Adapun secara teknikal, IHSG saat ini memiliki level support di kisaran 8.506–8.448, dengan resistance pada rentang 8.600–8.666.

Dari sisi global, sentimen akhir tahun masih ditopang ekspektasi stabilitas data ekonomi, proyeksi kinerja laba emiten yang solid, serta optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi pada 2026. Kendati demikian, investor tetap waspada terhadap risiko global yang berpotensi memicu volatilitas pasar.

Sementara itu, dari dalam negeri, Aji menyoroti rencana pemerintah untuk memperketat penegakan hukum di sektor sumber daya alam. Pemerintah disebut tengah menyiapkan pengenaan denda sekitar US$8,5 miliar pada 2026 terhadap perusahaan sawit dan pertambangan yang beroperasi secara ilegal di kawasan hutan.

“Langkah ini bertujuan memperbaiki tata kelola sumber daya alam dan perlindungan lingkungan, yang pada akhirnya dapat memengaruhi iklim investasi dan persepsi investor terhadap praktik keberlanjutan,” ujarnya.

Dari pasar global, Wall Street tercatat melemah tipis pascalibur Natal. Tekanan dipimpin oleh saham-saham berkapitalisasi besar, seperti Palantir yang turun 2,8%, Arm Holdings melemah 1,5%, dan Walt Disney terkoreksi 0,8%. Tesla menjadi pengecualian dengan kenaikan 2,1%.

Baca Juga  Kabar Gembira Menkeu Purbaya dari Lawatan ke China

Tiga indeks utama AS ditutup melemah terbatas, dengan Nasdaq turun 0,09%, Dow Jones melemah 0,04%, dan S&P 500 terkoreksi 0,03%.

Di sisi lain, harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi pada Jumat (26/12) di level US$4.530 per troy ounce. Secara year-to-date, harga emas telah melonjak 72,7%, menjadi kenaikan tahunan tertinggi sejak 1979.

Adapun bursa Eropa bergerak relatif stagnan pada hari terakhir perdagangan jelang libur Natal. Indeks acuan Stoxx 600 pan-Eropa ditutup nyaris tidak berubah, seiring minimnya sentimen dan pelaku pasar menanti rilis data PMI Manufaktur pada pekan depan menjelang libur tahun baru. (sas)

IHSG
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePemprov DKI Tegaskan UMP Berlaku Meski Ditolak Buruh
Next Article Tonggak Strategis di Mediterania: Pertamina Amankan 25 Tahun Pasokan Minyak dari Aljazair untuk Ketahanan Energi Nasional

Berita Lainnya

Celios: Danantara Harus Perketat Seleksi Proyek Hilirisasi Usai Bergabung dengan Forum SWF Dunia

17 Juli 2026 / 16:58 WIB

Survei BI: Aktivitas Dunia Usaha Menguat pada Triwulan II 2026, Sektor Riil Jadi Penopang Utama

17 Juli 2026 / 15:58 WIB

IHSG Diproyeksikan Lanjut Menguat, Phintraco Rekomendasikan BBCA, ICBP, EXCL, TKIM, dan SMGR

17 Juli 2026 / 08:21 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke 6.130, ANTM, ARTO, dan ARCI Jadi Rekomendasi BRI Danareksa

17 Juli 2026 / 07:58 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Rekomendasikan INCO, INDY, ISAT, dan OASA

17 Juli 2026 / 04:27 WIB

S&P: Danantara Berpotensi Perkuat Daya Saing BUMN dan Dongkrak Penerimaan Negara

16 Juli 2026 / 17:42 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Harga Emas Perhiasan Turun Tipis, Pasar Tunggu Arah Global dan Rupiah

Gusti Tetiro29 April 2026 / 08:28 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.