Bandung Barat (tutur.co.id) — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor di Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu, 25 Januari 2026. Kunjungan ini menandai perhatian pemerintah pusat terhadap upaya pencarian korban yang masih tertimbun material longsoran di tengah cuaca ekstrem dan medan yang belum stabil.
Didampingi Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii, Kepala BNPB Suharyanto, Menko PMK Pratikno, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, serta jajaran pemerintah daerah, Gibran melihat langsung pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang memasuki hari kedua.
Basarnas memastikan operasi SAR dijalankan secara maksimal dengan tetap mengedepankan keselamatan personel. Risiko longsor susulan dan hujan dengan intensitas tinggi membuat seluruh tahapan pencarian dilakukan dengan kewaspadaan tinggi. “Keselamatan personel dan masyarakat menjadi prioritas utama dalam kondisi cuaca dan medan seperti ini,” kata Mohammad Syafii di lokasi.
Hingga Minggu siang, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap sekitar 80 warga yang dilaporkan hilang. Pencarian difokuskan pada dua sektor, Alpha dan Bravo, dengan metode manual yang didukung drone UAVuntuk pemetaan area dan deteksi potensi bahaya. Alat berat belum dikerahkan karena tanah masih labil.
Sebanyak 504 personel terlibat dalam operasi ini, terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, PLN Indonesia, potensi SAR, organisasi masyarakat, dan relawan. Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana, selaku SAR Mission Coordinator, mengatakan asesmen area dilakukan sejak pukul 06.00 WIB menggunakan drone untuk menentukan jalur evakuasi darurat dan penempatan petugas keselamatan.
Jika kondisi memungkinkan, tim SAR juga akan mengerahkan dua ekor anjing pelacak (K9) milik Ditsamapta Polda Jawa Barat untuk menyisir titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban.
Data sementara mencatat 23 orang selamat, 9 orang meninggal dunia, 80 orang masih dalam pencarian, serta identifikasi dua bagian tubuh korban. Pemerintah pusat dan daerah menyatakan akan terus memantau perkembangan di lapangan hingga seluruh korban ditemukan.

