Bandung (tutur.co.id) – Lembaga Survei Indonesia (LSI) baru merilis hasil hasil survei terkait kinerja pemerintahan Jawa Barat di bawah komando Gubernur Dedi Mulyadi. Yang menarik, saat tingkat kepuasan terhadap kinerja sang gubernur sangat tinggi hal yang kontras terjadi saat menyinggung kepuasan publik dari sisi ekonomi.
Ya, dalam survei yang dilakukan LSI dari tanggal 2 hingga 9 Juli 2026 dengan melibatkan 800 responden itu didapat hasil yang memang kontras jika dibandingkan dengan hasil survei terkait kinerja sang gubernur secara umum. Mayoritas masyarakat memandang ekonomi di Jawa Barat masih biasa-biasa saja atau belum dianggap baik.
Baca juga: Ingin Tahu Evaluasi Publik terhadap Kinerja Dedi Mulyadi? Baca Ini
Data dari survei LSI menunjukkan bahwa sebanyak 27 persen responden menganggap ekonomi di Jawa Barat baik (sangat baik). Sedangkan yang menganggap perekonomian Jawa Barat buruk tampak lebih besar dengan prosentase 28,3 persen (sangat buruk 3,1 persen). Sedangkan yang menganggap biasa-biasa saja mencapai 44,3 persen.
“Mayoritas masyarakat diberbagai kelompok demografi menilai kondisi ekonomi Jawa Barat masih berada pada tingkat sedang, sementara persepsi negatif lebih banyak ditemukan pada kelompok berpendapatan rendah,” tulis keterangan resmi dari LSI, Kamis 23 Juli 2026.
Potret yang berbeda antara kepercayaan publik terhadap kinerja Dedi Mulyadi dengan gambaran kondisi ekonomi Jawa Barat yang kontras ini tentu sangat menarik. Dan selama ini, Dedi Mulyadi memang dikenal sebagai salah satu sosok yang cukup pintar mendongkrak popularitas termasuk dengan konten-kontennya di media sosial.

