Bandung (tutur.co.id) – Sudah hampir 1,5 tahun kepala daerah di seluruh Indonesia menjabat sejak mereka dilantik Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 20 Februari 2025. Lalu bagaimana kinerja para kepala daerah tersebut khususnya untuk pemerintahan provinsi Jawa Barat di bawah nahkoda Dedi Mulyadi?
Kinerja pemerintahan di Provinsi Jawa Barat di bawah komandi Gubernur Dedi Mulyadi telah dipotret Lembaga Survei Indonesia (LSI). Dan dari hasil survei, terdapat beberapa poin menarik yang pantas disimak.
Dari hasil survei LSI didapat bahwa 95,4 persen warga Jawa Barat puas dengan kinerja Dedi Mulyadi. Ini menjadi penilaian tertinggi dibandingkan evaluasi terhadap pemerintahan provinsi secara umum termasuk dengan penilaian terhadap Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan.
Survei yang dilakukan pada 2 hingga 9 Juli 2026 itu mencatat sebanyak 39,3 persen responden menyatakan sangat puas dan 56,1 persen cukup puas terhadap kinerja Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat. Sementara itu, responden yang menyatakan kurang puas hanya 3,3 persen, tidak puas sama sekali 0,5 persen, dan 0,8 persen tidak menjawab atau tidak tahu.
Tingkat kepuasan terhadap Dedi Mulyadi tersebut jauh melampaui penilaian masyarakat terhadap Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan. Dalam survei yang sama, LSI mencatat tingkat kepuasan terhadap Erwan mencapai 59 persen, terdiri atas 8,7 persen sangat puas dan 50,3 persen cukup puas. Adapun responden yang menyatakan kurang puas sebesar 21 persen, tidak puas sama sekali 2,8 persen, sementara 17,1 persen tidak memberikan jawaban.
Tidak hanya terhadap sosok gubernur, mayoritas masyarakat juga memberikan penilaian positif terhadap pelaksanaan pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Sebanyak 60,2 persen responden menilai pelaksanaan pemerintahan berjalan baik atau sangat baik, sedangkan 30,4 persen menilai sedang dan hanya 8,1 persen yang memberikan penilaian buruk atau sangat buruk.
LSI juga mencatat kepuasan publik terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Barat terlihat pada berbagai sektor pelayanan. Tingkat kepuasan tertinggi diberikan pada pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan dan jembatan, penyediaan jaringan komunikasi, penyediaan listrik, layanan kesehatan, hingga peningkatan kualitas pendidikan.
Di sisi lain, aspek ekonomi seperti pengentasan kemiskinan, kemudahan akses permodalan, dan pembinaan koperasi masih menjadi tantangan yang memperoleh tingkat kepuasan relatif lebih rendah dibanding sektor lainnya, meski mayoritas responden tetap menyatakan puas.
“Evaluasi publik terhadap kinerja pemerintahan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi kepemimpinan di Jawa Barat untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian yang menurut masyarakat sudah baik, dan segera merumuskan strategi terobosan untuk mengatasi aspek kinerja yang masih perlu ditingkatkan,” tulis dalam keterangan LSI, Kamis 23 Juli 2026.
Dalam kesimpulannya, LSI menyebut tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap Dedi Mulyadi konsisten dengan evaluasi positif publik terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara keseluruhan. Survei tersebut juga menegaskan bahwa hampir seluruh warga Jawa Barat, yakni 95,4 persen, merasa puas terhadap kinerja Dedi Mulyadi sebagai gubernur, sementara kepuasan terhadap Erwan Setiawan berada di angka sekitar 59 persen.
Survei LSI melibatkan 800 responden yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat menggunakan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan margin of error ±3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

