Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Combo Serangan Akun Instagram Hotman Paris Hutapea, Kampanye Unfollow Bergema Dibalas Rajin Posting!
  • Mainoo Pulang dari Piala Dunia 2026 dengan Hati Hancur
  • Apakah Magis Yamal Akan Muncul Saat Spanyol Hadapi Argentina?
  • Forum Pimred Tanggapi Arogansi ‘Lu Punya Otak Enggak’ Hotman Paris Hutapea
  • Kunci Argentina Kalahkan Spanyol: Emosi, Adrenalin, dan Magis Messi
  • Ini Kalimat Kasar Hotman Paris Hutapea yang Merendahkan Profesi Wartawan
  • Bukan Hanya Messi, Mental Juara Menjadi Senjata Utama Argentina
  • PWI Kecam Keras Pernyataan Hotman Paris Saat Bela Febrie Adriansyah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Finance»4 Pelajaran Investasi Warren Buffett yang Masih Relevan di Era Modern

4 Pelajaran Investasi Warren Buffett yang Masih Relevan di Era Modern

Finance Gusti Tetiro19 Juli 2026 / 10:28 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Warren Buffet (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Nama Warren Buffett hampir selalu menjadi rujukan ketika membahas strategi investasi jangka panjang. Dijuluki “Oracle of Omaha”, Buffett membangun reputasi sebagai salah satu investor paling sukses dalam sejarah dengan kekayaan bersih yang kini mendekati US$150 miliar atau sekitar Rp2.691 triliun.

Melalui Berkshire Hathaway, Buffett membuktikan bahwa kesabaran, disiplin, dan fokus pada nilai fundamental perusahaan mampu menghasilkan keuntungan yang konsisten selama puluhan tahun. Filosofi tersebut hingga kini masih menjadi acuan investor institusi maupun ritel di berbagai belahan dunia.

Salah satu yang mengaku banyak belajar dari Buffett adalah Chris Ballard, Managing Partner Check Capital Management. Bahkan, Berkshire Hathaway menjadi salah satu kepemilikan terbesar dalam portofolio perusahaan yang dikelolanya.

Dikutip dari MoneyLion, Sabtu (18/7/2026), berikut empat pelajaran investasi Warren Buffett yang dinilai tetap relevan di tengah pasar keuangan yang semakin dinamis.

1. Jangan Berinvestasi karena FOMO

Salah satu ciri khas Warren Buffett adalah tidak pernah membeli saham hanya karena sedang menjadi tren atau ramai diperbincangkan.

Menurut Ballard, Buffett selalu memandang investasi layaknya membeli sebuah bisnis, bukan sekadar mengejar kenaikan harga saham dalam jangka pendek.

“Buffett berinvestasi dengan pola pikir sebagai seorang pemilik perusahaan,” ujarnya.

Karena itu, investor sebaiknya tidak mudah terpengaruh oleh euforia media sosial, rekomendasi sesaat, maupun fluktuasi harga harian. Pergerakan harga dalam jangka pendek sering kali tidak mencerminkan kualitas fundamental perusahaan.

2. Diversifikasi Tetap Penting

Pelajaran berikutnya adalah pentingnya membangun portofolio yang terdiversifikasi.

Ballard menjelaskan, Berkshire Hathaway menjadi contoh bagaimana diversifikasi mampu menciptakan bisnis yang tangguh menghadapi berbagai siklus ekonomi. Konglomerasi tersebut memiliki sumber pendapatan dari berbagai sektor, mulai dari asuransi, energi, perkeretaapian, manufaktur, ritel, hingga makanan dan minuman.

Baca Juga  BI Sesuaikan Insentif KLM Berdasarkan Spread Bunga Kredit

Dengan portofolio yang tersebar di banyak industri, risiko investasi menjadi lebih terkendali dibandingkan hanya bergantung pada satu sektor.

3. Pilih Perusahaan Berkualitas

Buffett selalu menekankan pentingnya membeli saham perusahaan yang memiliki model bisnis kuat, manajemen yang kredibel, dan keunggulan kompetitif berkelanjutan.

Menurut Ballard, perusahaan yang memiliki reputasi baik justru menjadi peluang menarik ketika harga sahamnya terkoreksi karena faktor pasar.

Investor yang memahami fundamental perusahaan tidak akan mudah panik saat harga turun. Sebaliknya, kondisi tersebut bisa menjadi kesempatan untuk menambah kepemilikan dengan valuasi yang lebih menarik.

4. Berpikir Sebelum Mengambil Keputusan

Kesuksesan Buffett bukan berasal dari banyaknya transaksi, melainkan dari sejumlah kecil keputusan investasi yang benar-benar berkualitas.

Ballard mengutip filosofi Buffett yang mengibaratkan investor hanya memiliki sekitar 10 kesempatan investasi sepanjang hidup. Dengan cara berpikir tersebut, setiap keputusan akan dipertimbangkan secara matang melalui riset yang mendalam, bukan didorong emosi.

Ia juga mengingat pesan mendiang Charlie Munger, mitra bisnis Buffett selama puluhan tahun.

“Ambil sebuah ide sederhana, lalu jalankan dengan penuh keseriusan.”

 

Value Investing Tetap Relevan

Buffett mulai membangun Berkshire Hathaway pada 1965, ketika perusahaan tersebut masih merupakan pabrik tekstil yang nyaris bangkrut. Bersama Charlie Munger, ia kemudian mengubahnya menjadi salah satu perusahaan investasi terbesar di dunia.

Kesuksesan Berkshire Hathaway bertumpu pada filosofi value investing, yakni membeli saham perusahaan berkualitas ketika diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya. Pendekatan ini juga menekankan pentingnya memilih perusahaan yang memiliki economic moat atau keunggulan kompetitif yang sulit ditiru pesaing.

Di tengah maraknya perdagangan algoritmik, investasi berbasis kecerdasan buatan, hingga spekulasi aset digital, prinsip-prinsip yang dipegang Buffett tetap relevan. Fokus pada fundamental, disiplin dalam mengambil keputusan, serta kesabaran berinvestasi masih menjadi fondasi utama untuk membangun kekayaan dalam jangka panjang.

Baca Juga  Kantor BGN Digeledah Kejagung, Karyawan Dilarang Naik Lantai Atas
Berkshire Hathaway headline Investasi value investing Warren Buffett
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleInggris Mengamuk 6 Gol Saat Mimpi Juara Dunia Sudah Berakhir
Next Article Semua Pulang Bahagia! Inggris Genggam Medali, Prancis Bawa Rekor Dunia

Berita Lainnya

Combo Serangan Akun Instagram Hotman Paris Hutapea, Kampanye Unfollow Bergema Dibalas Rajin Posting!

19 Juli 2026 / 21:33 WIB

Forum Pimred Tanggapi Arogansi ‘Lu Punya Otak Enggak’ Hotman Paris Hutapea

19 Juli 2026 / 20:28 WIB

Kunci Argentina Kalahkan Spanyol: Emosi, Adrenalin, dan Magis Messi

19 Juli 2026 / 19:00 WIB

Ini Kalimat Kasar Hotman Paris Hutapea yang Merendahkan Profesi Wartawan

19 Juli 2026 / 17:04 WIB

PWI Kecam Keras Pernyataan Hotman Paris Saat Bela Febrie Adriansyah

19 Juli 2026 / 12:16 WIB

Semua Pulang Bahagia! Inggris Genggam Medali, Prancis Bawa Rekor Dunia

19 Juli 2026 / 11:00 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Menkeu Purbaya: THR ASN dan TNI-Polri Cair Pekan Pertama Ramadan

Deba Salamah19 Februari 2026 / 06:35 WIB

Combo Serangan Akun Instagram Hotman Paris Hutapea, Kampanye Unfollow Bergema Dibalas Rajin Posting!

19 Juli 2026 / 21:33 WIB

Mainoo Pulang dari Piala Dunia 2026 dengan Hati Hancur

19 Juli 2026 / 21:30 WIB

Apakah Magis Yamal Akan Muncul Saat Spanyol Hadapi Argentina?

19 Juli 2026 / 20:30 WIB

Forum Pimred Tanggapi Arogansi ‘Lu Punya Otak Enggak’ Hotman Paris Hutapea

19 Juli 2026 / 20:28 WIB

Kunci Argentina Kalahkan Spanyol: Emosi, Adrenalin, dan Magis Messi

19 Juli 2026 / 19:00 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.