New Jersey (Tutur.co.id) – Bek Spanyol, Aymeric Laporte, melontarkan kritik tajam kepada Argentina menjelang Final Piala Dunia 2026. Menurutnya, Albiceleste kerap menggunakan permainan yang terlalu keras dan berbagai cara untuk memancing emosi lawan, sesuatu yang dinilai tidak seharusnya mendapat toleransi di level tertinggi sepak bola dunia.
Spanyol akan menghadapi Argentina pada laga puncak yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB. La Roja datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Prancis 2-0 di semifinal sekaligus mengamankan tiket ke final Piala Dunia pertama mereka sejak menjadi juara pada 2010.
Dalam kemenangan atas Prancis, Laporte kembali tampil solid bersama Pau Cubarsi. Duet bek tengah tersebut menjadi fondasi kokohnya pertahanan Spanyol yang sejauh ini telah mencatatkan enam clean sheet sepanjang turnamen.
Laporte: Argentina Suka Memancing Emosi Lawan
Jelang duel melawan juara bertahan, Laporte mengaku tidak mempermasalahkan permainan fisik selama masih berada dalam batas peraturan. Namun, ia menilai Argentina beberapa kali melakukan tindakan yang seharusnya tidak dibiarkan oleh wasit.
“Saya sama sekali tidak khawatir dengan permainan keras selama masih berada dalam konteks sepak bola. Namun, dalam beberapa pertandingan terakhir kami melihat beberapa tindakan yang cukup mengejutkan karena dibiarkan begitu saja,” kata Laporte.
Bek berusia 32 tahun itu secara khusus menyoroti gaya bermain Argentina yang menurutnya sengaja berusaha meninggalkan jejak terhadap lawan, baik melalui kontak fisik maupun tindakan yang dapat mengganggu konsentrasi.
“Argentina adalah tim yang suka meninggalkan bekas terhadap lawannya. Hal-hal seperti itu seharusnya tidak diperbolehkan dalam sepak bola, terutama di turnamen sebesar Piala Dunia. Cara seperti itu bisa membuat lawan kehilangan fokus dan terpancing emosi,” tambahnya.
Laporte Minta Wasit Bertindak Tegas
Laporte berharap pengadil lapangan mampu mengendalikan jalannya pertandingan sejak menit pertama agar final tidak berubah menjadi laga yang penuh kontroversi.
“Itu tugas wasit untuk mengendalikan situasi agar pertandingan tidak keluar dari kendali. Kalau satu atau dua pemain dibiarkan bertindak seperti itu, pertandingan bisa berubah menjadi kacau,” tandas Laporte.
Ia juga menegaskan bahwa Spanyol sepanjang turnamen berusaha bermain secara sportif tanpa mengandalkan pelanggaran-pelanggaran berbahaya.
“Sejak awal turnamen kami bermain dengan cukup fair. Kami tidak berkeliling untuk menendang lawan atau melakukan pelanggaran sembrono. Saya rasa itulah yang harus kami lakukan di final nanti. Namun semuanya juga akan sangat bergantung pada bagaimana wasit memimpin pertandingan,” tutup pemain Athletic Bilbao tersebut.

