Yogyakarta (tutur.co.id)- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menunjukkan kedekatannya dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui dua kunjungan penting yang sama-sama mendapat sambutan langsung dari Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Meski berlangsung pada waktu dan lokasi berbeda, kedua agenda tersebut membawa pesan yang sama, yakni memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus mendorong inovasi berkelanjutan.
Kunjungan pertama berlangsung pada Maret 2026 saat Purbaya bersama Sri Sultan menyusuri kawasan Teras Malioboro dan Pasar Beringharjo. Di pusat perdagangan tradisional Yogyakarta itu, keduanya berdialog dengan para pedagang, meninjau aktivitas ekonomi masyarakat, serta melihat langsung geliat perdagangan yang tetap bertahan di tengah perkembangan era digital. Suasana hangat terlihat ketika Purbaya dan Sri Sultan berjalan menyusuri lorong-lorong Pasar Beringharjo, menyapa pedagang batik hingga pengunjung yang antusias menyambut kedatangan mereka. Menurut Purbaya, Beringharjo bukan sekadar pasar tradisional, tetapi simbol ketahanan ekonomi kerakyatan yang terus hidup di tengah modernisasi.
Empat bulan kemudian, Purbaya kembali mengunjungi Kota Gudeg dan kembali diterima langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X. Kali ini keduanya menghadiri peluncuran Becak Listrik Wisata (Bekalista) di kawasan Alun-Alun Kidul Keraton Yogyakarta pada Kamis (17/7).
Program tersebut menjadi langkah baru menghadirkan transportasi wisata ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pengemudi becak tradisional. Sebanyak 80 unit Bekalista yang didukung pembiayaannya oleh Kementerian Keuangan disiapkan bagi para pengemudi becak di kawasan Malioboro dan sekitarnya.
Sri Sultan menyampaikan bahwa kehadiran Bekalista bukan untuk menghilangkan becak sebagai ikon Kota Yogyakarta, melainkan menjaga agar moda transportasi tradisional tersebut tetap relevan di tengah perkembangan zaman dan kebutuhan pariwisata modern. Sementara itu, Purbaya mengatakan Bekalista diharapkan menjadi simbol perpaduan antara tradisi dan teknologi modern yang mampu meningkatkan kesejahteraan para pengemudi becak sekaligus mendukung pariwisata berkelanjutan di Yogyakarta. Program tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan dan sektor ultra mikro.
“Ekonomi yang kuat tumbuh dari rakyat, yang kita nyalakan adalah peluang dan masa depan keluarga,” kata Purbaya.
Menariknya, Purbaya dan Sri Sultan juga sempat menjajal langsung becak listrik tersebut mengelilingi Alun-Alun Kidul. Momen itu menjadi simbol perpaduan antara tradisi Yogyakarta dengan teknologi masa depan. Dua kunjungan di dua lokasi berbeda itu menghadirkan pesan yang sama, yakni menjaga akar ekonomi rakyat sembari mendorong inovasi berkelanjutan. Jika Pasar Beringharjo merepresentasikan kekuatan ekonomi tradisional, maka Bekalista menjadi gambaran transformasi menuju ekonomi hijau yang lebih modern dan ramah lingkungan.
Bagi Yogyakarta, kehadiran Menkeu Purbaya yang dua kali disambut langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X bukan sekadar agenda seremonial, melainkan simbol sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga warisan budaya sekaligus menyiapkan masa depan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

