Miami (Tutur.co.id) – Harapan lahirnya juara baru di Piala Dunia 2026 kembali pupus. Kemenangan Argentina atas Swiss pada laga perempat final terakhir memastikan empat tiket semifinal seluruhnya dikuasai negara-negara yang pernah mengangkat trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.
Memasuki edisi ke-23, Piala Dunia kembali gagal melahirkan juara baru. Meski jumlah peserta bertambah menjadi 48 negara, trofi tetap akan diperebutkan oleh empat kekuatan tradisional, yakni Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina.
Sejak turnamen pertama pada 1930, hanya delapan negara yang pernah menjadi juara dunia, yaitu Brasil, Jerman, Italia, Uruguay, Argentina, Prancis, Spanyol, dan Inggris. Brasil, Jerman, serta Uruguay sudah tersingkir lebih awal, sedangkan Italia bahkan gagal lolos ke putaran final. Kini, hanya empat mantan juara yang masih bertahan dan akan memperebutkan dua tiket menuju final.
Prancis Tampil Paling Meyakinkan
Di antara seluruh semifinalis, Prancis menjadi tim yang melangkah dengan performa paling dominan. Les Bleus menyingkirkan juara Afrika, Maroko, dengan kemenangan meyakinkan 2-0 pada laga perempat final.
Pasukan Didier Deschamps memperlihatkan keseimbangan permainan yang nyaris sempurna. Mereka mengendalikan jalannya pertandingan sejak awal hingga akhir dan sukses meredam seluruh kekuatan utama Singa Atlas.
Strategi Deschamps yang mematikan pergerakan Achraf Hakimi menjadi kunci kemenangan. Akibatnya, Maroko kehilangan kreativitas dari sisi kanan dan hanya mampu menciptakan lima peluang dengan satu tembakan tepat sasaran.
Sebaliknya, Prancis tampil agresif dengan melepaskan 22 tembakan, sembilan di antaranya mengarah ke gawang. Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele kembali menjadi pembeda sekaligus membawa Les Bleus semakin dekat menuju final ketiga secara beruntun.
Bagi Maroko, kekalahan tersebut mengakhiri perjalanan impresif mereka. Setelah menjadi semifinalis Piala Dunia 2022 dan juara Afrika, Singa Atlas harus mengubur mimpi menjadi negara Afrika pertama yang menjuarai Piala Dunia. Mereka kini berharap dapat mewujudkan ambisi tersebut saat menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2030 bersama Spanyol dan Portugal.
Belgia dan Norwegia Ikuti Jejak Maroko
Belgia juga gagal mempertahankan langkahnya setelah kalah dramatis 1-2 dari Spanyol. Padahal, Setan Merah menjadi tim pertama yang berhasil membobol gawang La Roja sepanjang turnamen.
Cedera kapten sekaligus motor permainan, Youri Tielemans, sebelum pertandingan menjadi pukulan besar bagi Belgia. Situasi semakin berat ketika kiper utama Thibaut Courtois harus meninggalkan lapangan karena cedera.
Penggantinya, Senne Lammens, melakukan kesalahan fatal pada menit ke-88 saat gagal mengamankan tembakan Pau Cubarsi. Bola muntah langsung disambar Mikel Merino untuk memastikan kemenangan Spanyol sekaligus mengakhiri perjalanan generasi emas Belgia yang masih menyisakan Courtois, Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, dan Axel Witsel.
Nasib serupa dialami Norwegia yang sebelumnya menjadi salah satu kejutan terbesar turnamen setelah menyingkirkan Brasil.
Tim asuhan Stale Solbakken harus mengakui keunggulan Inggris 1-2 melalui babak perpanjangan waktu. Thomas Tuchel sukses merancang strategi yang mampu meredam ketajaman Erling Haaland sehingga striker Manchester City tersebut gagal memberi dampak besar sepanjang pertandingan.
Norwegia sebenarnya sempat unggul melalui Andreas Schjelderup sebelum Jude Bellingham membalikkan keadaan dengan dua gol yang membawa Inggris melaju ke semifinal.
Laga tersebut juga diwarnai sejumlah kontroversi. Gol kedua Norwegia dianulir VAR karena Haaland dinilai melakukan pelanggaran dalam proses terciptanya gol. Selain itu, kubu Norwegia juga menyoroti insiden bola yang sempat membentur kabel spidercam sebelum jatuh ke lapangan, sehingga mengubah arah bola dan dinilai menguntungkan Inggris.
Semifinal Sarat Sejarah
Semifinal kedua akan mempertemukan dua rival klasik, Inggris dan Argentina, dalam duel yang menghidupkan kembali salah satu rivalitas paling legendaris di Piala Dunia.
Pertandingan ini mengingatkan publik pada perempat final Piala Dunia 1986 ketika Diego Maradona mencetak gol kontroversial “Tangan Tuhan” yang menghentikan langkah Inggris menuju semifinal.
Argentina sendiri kembali lolos dengan perjuangan yang tidak mudah. Untuk ketiga kalinya di fase gugur, Lionel Messi dan rekan-rekannya harus bekerja ekstra keras. Setelah melewati Tanjung Verde dan Mesir dengan susah payah, Albiceleste kembali dipaksa bermain hingga babak tambahan sebelum akhirnya mengalahkan Swiss 3-1.
Meski Swiss harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-72 akibat kartu merah Breel Embolo, Argentina tetap kesulitan membongkar pertahanan lawan. Gol penentu baru lahir pada menit ke-112 melalui tendangan spektakuler Julian Alvarez sebelum Lautaro Martinez memastikan kemenangan pada masa injury time.
Performa tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi permainan Argentina, meski pada akhirnya sang juara bertahan tetap berhasil menjaga peluang mempertahankan gelar.
Perebutan Takhta Dunia
Empat semifinalis kini datang dengan misi besar masing-masing. Argentina berpeluang menjadi negara pertama sejak Brasil pada 1958 dan 1962 yang sukses mempertahankan gelar juara dunia. Jika berhasil, Albiceleste juga akan menyamai koleksi empat trofi milik Jerman dan Italia.
Lionel Messi juga berpeluang mengukir sejarah pribadi dengan menjadi pemain Argentina kedua setelah Daniel Passarella yang berhasil mengangkat trofi Piala Dunia sebanyak dua kali sebagai pemain.
Di kubu Prancis, Didier Deschamps memburu sejarah sebagai pelatih pertama yang mampu mempersembahkan dua gelar Piala Dunia bagi negaranya. Les Bleus juga berpeluang meraih bintang ketiga setelah sukses pada 1998 dan 2018.
Sementara itu, Spanyol dan Inggris sama-sama mengincar gelar kedua sepanjang sejarah. La Roja terakhir menjadi juara pada 2010, sedangkan The Three Lions masih menanti trofi kedua sejak kemenangan bersejarah mereka di kandang sendiri pada 1966.
Semifinal pertama akan mempertemukan Prancis melawan Spanyol pada Rabu (15/7/2026) dini hari WIB. Sehari berselang, Argentina akan menghadapi Inggris dalam duel klasik yang dipastikan menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan pada Piala Dunia 2026.

