Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Nasional»Saat Mentan Amran Sidak 1.000 Ton Beras Ilegal: “Ini Pengkhianatan terhadap Petani”

Saat Mentan Amran Sidak 1.000 Ton Beras Ilegal: “Ini Pengkhianatan terhadap Petani”

Nasional Adi P20 Januari 2026 / 09:30 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. (Foto:Tutur/Humas Kementan)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. (Foto:Tutur/Humas Kementan)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Tanjung Balai Karimun (tutur.co.id) — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turun langsung ke kawasan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, setelah aparat membongkar penyelundupan seribu ton beras ilegal. Bagi Amran, temuan ini bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan serangan terhadap petani dan kedaulatan pangan nasional.

Di hadapan jajaran Bea Cukai, Karantina, TNI-Polri, dan pemerintah daerah, Amran menyebut praktik impor beras tanpa prosedur sebagai bentuk pengkhianatan terbuka terhadap petani. “Stok beras nasional lebih dari tiga juta ton. Kita sudah swasembada. Tapi masih ada yang memasukkan beras ilegal. Ini merusak pasar dan menghancurkan harapan petani,” kata Amran saat sidak, Senin, 19 Januari.

Berdasarkan penindakan aparat, sekitar 345 ton beras ditemukan di gudang Bea Cukai, bagian dari total 1.000 ton yang diamankan. Beras tersebut diangkut menggunakan enam kapal dari kawasan FTZ Tanjung Pinang—wilayah yang bukan sentra produksi padi—dengan tujuan ke daerah-daerah surplus beras seperti Palembang dan Riau. Pola distribusi yang janggal ini memperkuat dugaan penyelundupan terorganisasi.

“Tidak masuk akal beras dikirim dari daerah tanpa sawah ke wilayah yang justru surplus. Ini harus diusut sampai ke akar-akarnya. Jangan berhenti di pelaku lapangan,” ujar Amran, menuntut aparat penegak hukum membongkar jaringan di balik praktik tersebut.

Selain beras, petugas turut mengamankan gula pasir, cabai kering, bawang merah, dan bawang putih yang seluruhnya masuk tanpa sertifikat karantina dan tanpa melalui jalur resmi. Sebagian barang bukti dilelang sesuai ketentuan, sementara komoditas berisiko tinggi dimusnahkan untuk mencegah dampak lanjutan.

Amran menegaskan, pelanggaran karantina pangan berpotensi jauh lebih merusak dibanding nilai ekonomi barang selundupan. Ia mengingatkan kembali wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang beberapa tahun lalu menimbulkan kerugian hingga Rp135 triliun akibat kematian jutaan ternak. “Satu ton atau sejuta ton sama saja bahayanya kalau masuk tanpa karantina,” katanya.

Baca Juga  Profil Ryamizard Ryacudu, Jenderal yang Pernah Tersinggung Ucapan Prabowo

Penanganan kasus ini, kata Amran, akan melibatkan Satgas Mabes Polri, Polda, TNI, Kejaksaan, Bea Cukai, dan Karantina, sejalan dengan arahan Presiden untuk menindak tegas kejahatan pangan. “Negara tidak boleh kalah. Kami jaga petani, jaga pangan, dan jaga kedaulatan,” ujar Amran.

Beras Beras Selundupan Kementan mentan amran Petani
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleNTT Matangkan PKS Kawasan Sunda Kecil Bali–NTB–NTT, Fokus Pariwisata dan Konektivitas
Next Article Mantan Bek PSG Kurzawa Selangkah Lagi Gabung Persib

Berita Lainnya

Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 09:19 WIB

Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Akhir Pekan 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 08:57 WIB

Nanik S Deyang Tak Muncul, BGN Pamer Opini ‘Pujian’ dari BPK

17 Juli 2026 / 16:14 WIB

Kabar Baik! Bansos BPNT Triwulan III 2026 Mulai Cair Rp 600.000, Cek Syarat dan Penerimanya

17 Juli 2026 / 13:08 WIB

Dua Kali Disambut Sri Sultan di Yogyakarta, Menkeu Purbaya Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Inovasi Hijau

17 Juli 2026 / 13:01 WIB

Jangan Terlambat! Cek Lokasi SIM Keliling Jakarta 17 Juli 2026

17 Juli 2026 / 07:41 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Grup K Piala Dunia 2026: Ronaldo dan Portugal Dikepung Pemburu Kejutan

Deba Salamah10 Juni 2026 / 00:00 WIB

Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk

19 Juli 2026 / 02:00 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.